JBL Terancam 4 Tahun Penjara

JBL Terancam 4 Tahun Penjara
Pendiri Kaskus, Andrew Darwis (kiri) bersama CEO Kaskus, Edi Taslim (kanan). (Foto: BeritaSatu Photo / Herman)
Farouk Arnaz / HA Selasa, 30 Juni 2020 | 22:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jack Boyd Lapian (JBL) yang dijadikan tersangka bersama Titi Sumawijaya Empel (TSE) dalam kasus pemalsuan dokumen melawan pendiri Kaskus, Andrew Darwis, terancam hukuman empat tahun penjara.

“JBL dikenakan Pasal 45 (3) Jo Pasal 27 (3) UU RI No 19 th 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE (informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (30/6/2020).

Pasal 45 (3) berbunyi: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 (3) dipidana dengan penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.”

Sedangkan Pasal 27 (3) berbunyi: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasil elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Sosok Jack tak asing bagi jurnalis yang biasa meliput di Polri. Dia sering muncul dan kerap membuat laporan polisi khususnya UU ITE. Dia, antara lain, pernah melaporkan Ahmad Dhani atas ucapan idiot, Rocky Gerung atas dugaan penistaan agama, dan sempat melaporkan Anies Baswedan terkait ucapan pribumi.

Seperti diberitakan, Jack dan Titi menjadi tersangka tuduhan pemalsuan sertifikat gedung. Ini adalah laporan balik Andrew terhadap keduanya pada 13 November 2019 dengan bukti laporan RP/B/097/XI/2019/bareskrim.

Polisi akan segera memeriksa keduanya Kamis 2 Juli 2020. Surat sudah dilayangkan sejak 29 Juni.



Sumber: BeritaSatu.com