Belum Ada Izin Pusat, Sumut Batal Terapkan New Normal

Belum Ada Izin Pusat, Sumut Batal Terapkan New Normal
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi. (Foto: ANTARA FOTO)
Arnold H Sianturi / JEM Rabu, 1 Juli 2020 | 10:52 WIB

Medan, Beritasatu.com - Penerapan tatanan kehidupan baru (new normal)  yang bisa beraptasi dengan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut), yang direncanakan diterapkan 1 Juli 2020, belum bisa dilaksanakan di tengah masyarakat.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, new normal belum diterapkan karena belum mendapatkan izin dari pemerintah pusat, yang masih mempelajari dan merampungkan konsep yang diajukan sebelumnya.

"Konsep new normal untuk 33 kabupaten/kota di daerah ini sudah kita ajukan ke pemerintah pusat. Ada aturan dalam penerapan new normal, termasuk bentuk sanksi pelanggaran," ujar Edy Rahmayadi, Rabu (1/7/2020).

Mantan Pangkostrad ini menyampaikan, konsep new normal pada kabupaten/kota di Sumut, seperti yang sudah diajukan ke pemerintah pusat, memiliki aturan yang berbeda-beda saat diterapkan.

"Draft yang diajukan berbeda karena ada daerah yang masuk zona merah, hijau maupun kuning. Persamaannya, hanya penerapan protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan untuk mengantisipasi penularan," katanya.

Meski belum mendapatkan persetujuan dari pusat, penerapan new normal sudah dapat disosialisasikan di tengah masyarakat. Hal ini penting supaya masyarakat memahami saat aturan itu mulai diterapkan nantinya.

"Kita belum mengetahui, kapan penerapan new normal untuk di Sumut mendapatkan persetujuan dari pusat. Mungkin ada penambahan dari draft yang perlu dimasukkan, untuk dilengkapi," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat wajib untuk mengikuti aturan setelah pemerintah pusat memberikan persetujuan untuk penerapan new normal di daerah tersebut. Masyarakat harus memiliki disiplin yang tinggi.

"Tidak sulit bagi masyarakat untuk mengikuti aturan tatanan kehidupan baru ini. Kuncinya menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mengambil jarak dan tidak melakukan kerumunan," sebutnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Sumut, Whiko Irwan menyampaikan, jumlah positif Covid-19 di Sumut sebanyak 1.551 orang.

Sebanyak 92 orang di antaranya meninggal dunia, pasien sembuh sebanyak 405 orang, dan selebihnya masih menjalani perawatan. Pasien dalam pengawasan (PDP) 212 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.390 orang.

"Penyebaran virus corona sudah menyebar pada 28 daerah dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Masyarakat harus mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang juga merembet ke 5 daerah zona hijau," jelasnya.

Adapun 28 kabupaten/kota yang sudah terpapar covid-19 itu yakni, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tanah Karo.

Kemudian, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten, Labuhanbatu Utara, Kabupaten Langkat Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padanglawas, Kabupaten Padanglawas Utara dan Kabupaten Samosir.

Selanjutnya, Kabupaten Serdangbedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Kota Binjai, Kota Gunungsitoli dan Kota Medan.

Selain itu, Kota Padangsidempuan, Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga, Kota Tanjung Balai dan Kota Tebing Tinggi. Untuk lima daerah yang masih zero Covid-19 adalah Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Pakpak Bharat.  



Sumber: BeritaSatu.com