2 Tersangka Pengedar Sabu-sabu di Palu Terancam Hukuman Mati

2 Tersangka Pengedar Sabu-sabu di Palu Terancam Hukuman Mati
Ilustrasi Narkoba (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
John Lory / JEM Rabu, 1 Juli 2020 | 11:00 WIB

Palu, Beritasatu.com - Dua orang tersangka pengedar sabu-sabu seberat 25 kilogram (kg) yang ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), terancam hukuman mati. Kedua tersangka ditangkap di pos pemeriksaan Covid-19 Pantoloan, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu pada Minggu (28/6/2020) malam sekitar pukul 22.30 Wita.

“Para pelaku akan dijerat dengan POasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati,” kata Kapolda Sulteng Irjen Polisi Syafril Nursal, Rabu (30/6/2020) malam.

Dia mengatakan, kedua pelaku itu merupakan residivis narkoba yang kabur dari lembaga pemasyarakatan saat gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Palu pada 28 September 2018 silam. Keduanya berinisial R (36) dan AM (38).

Kapolda Syafril mengapresiasi kinerja anggota Ditresnarkoba Polda Sulteng yang terlibat dalam penanganan mulai dari awal penyelidikan hingga tertangkapnya tersangka beserta barang bukti sabu-sabu 25 kg itu.

“Tentu kita akan berikan reward kepada yang bersangkutan sebagai sebuah prestasi besar,” ujar Jenderal Polisi berbintang dua itu.

Menurut Kapolda, sabu-sabu seberat 25 kg tersebut berasal dari Negara Malaysia melalui jalur laut kemudian melintasi Kalimantan dan masuk ke wilayah perairan Kabupaten Donggala, Sulteng.

Selain 25 kg sabu-sabu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil hartop warna putih, tiga unit telepon genggam, dan sebuah sepeda motor Yamaha NMax.

Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk turut serta memerangi peredaran narkoba dengan memberikan informasi kepada aparat kepolisian bila mengetahui adanya peredaran barang terlarang itu di wilayah Sulteng.  

 



Sumber: BeritaSatu.com