Ditarget Rampung 2022, Pengerjaan Seksi II Tol Semarang-Demak Capai 8 Persen

Ditarget Rampung 2022, Pengerjaan Seksi II Tol Semarang-Demak Capai 8 Persen
Ilustrasi jalan tol. (Foto: dok)
Stefi Thenu / JEM Rabu, 1 Juli 2020 | 12:38 WIB

Demak, Beritasatu.com - Pembangunan jalan tol Semarang Demak seksi II saat ini telah mencapai 8 persen. Secara keseluruhan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2022.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pengerjaan di seksi II tersebut, Rabu (1/7/2020), berharap ada percepatan pembangunan.

Seksi II pembangunan jalan tol Semarang Demak tersebut sepanjang 16 km, membentang dari Kecamatan Sayung sampai Demak Kota. Ganjar Pranowo mengecek beberapa pengerjaan, dari pemasangan tiang pancang sampai proses pengurukan.

"Kita pastikan pengerjaan ini berjalan. Kita harapkan selain memperlancar transportasi juga menyelesaikan beberapa bagian yang terkena rob. Itulah yang dulu kita bicarakan sangat lama, dan progresnya bagus," kata Ganjar.

Pengerjaan jalan tol dengan total panjang 27 km tersebut terbagi dalam dua seksi. Yakni seksi 1 berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 km dan seksi II sepanjang 16,31 km yang membentang dari Sayung sampai Demak kota dan ditargetkan selesai pengerjaan fisiknya pada akhir 2021.

Untuk pengerjaan di seksi II, Ganjar sangat mengapresiasi progres pengerjaan yang telah mencapai 8 persen. Karena pengerjaan baru dilakukan awal tahun ini. Apalagi selama proyek berlangsung, kegiatan perekonomian masyarakat sekitar juga ikut tumbuh. Ganjar berharap target selesai pengerjaan di pertengahan tahun 2022 bisa dicapai.

"Selagi Kita bekerja, kita juga menghidupkan ekonomi warga sekitar. Progres pembangunan sudah 8 persen. Kita sudah bisa mulai melihat fisiknya. Target selesai pertengahan 2022, tapi Pak Presiden minta ada percepatan," katanya.

Sementara untuk seksi I, yang bakal memiliki desain tanggul laut, Ganjar mengatakan prosesnya masih terkendala pembebasan lahan. Karena 70 persen lahannya tergenang.

"Dari BPN yang sedang mengkaji status tanah itu. Masyarakat tidak usah khawatir semua akan diajak bicara," katanya.  



Sumber: BeritaSatu.com