Jelang Ganti Kapolri,Jenderal Idham Bicara Api dalam Sekam

Jelang Ganti Kapolri,Jenderal Idham Bicara Api dalam Sekam
Jenderal Idham Azis. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / CAH Rabu, 1 Juli 2020 | 14:32 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Idham Azis mulai bicara tentang pergantian Kapolri dalam HUT ke-74 Polri  Rabu (1/7/2020). Jenderal bintang empat ini memang akan pensiun pada akhir Januari sehingga ini adalah HUT Polri yang pertama dan terakhir baginya sebagai Kapolri.

Hal itu dikatakan Idham di Mabes Polri usai upcara yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui siaran live streaming dari Istana Merdeka . Upacara ini disiarkan secara live ke Mabes Polri dan seluruh Polda di Indonesia.

“Suka atau tidak suka hari ini 82 persen (menurut survei) penilaian masyarakat terhadap kinerja Polri bagus. Mempertahankan itu jauh lebih susah daripada meraih, saya berharap nanti Kapolrinya (yang baru) bisa lebih baik lagi dari sekarang,” kata Idham.

Tentu seluruh jenderal Polri yang ada di dalam ruangan inilah yang jadi Kapolri kata Idham. Tidak mungkin Pangkostrad jadi Kapolri.

Baca JugaHUT Polri ke 74, Kapolri Sebut Dirinya Goblok

“Pada akhirnya sesuai dengan pesan presiden, marilah kita menjaga soliditas internal kita dengan baik. Jangan SMS “Senang Melihat teman Susah. Susah Melihat teman Senang”. Itu singkatannya SMS itu.,” sambungnya.

Dentungkan harapanmu setinggi langit, masih kata Idham, lalu biarkan nanti Tuhan yang memilh siapa yang nanti diantara mereka itu yang akan jadi next Kapolri.

“Semua punya kesempatan yang sama untuk memimpin Polri. Saya perlu mengingatkan sekarang ini, awal-awal ini, supaya tidak banyak Susupo. Kalau orang Palu bilang Susupo itu isu yang liar, isu yang tidak membuat ini ya kan,” tambahnya.

Semakin ke depan nanti, Idham memperkirakan (saling sikut di antara jenderal Polri) semakin tajam. Saat ini baru Juli, Agustus nanti (bulan yang berakhiran) ber, ber, ber iakan semakin tajam.

“Kalau kata lagunya Bimbo tajam tak bertepi. Tapi saya kira ini bukan (terjadi) di Polri. Ini di Polisi Papua New Gueini kayanya Pak Napoleon (Irjen Napoleon Bomaparte, Kadiv Hubungan Internasional Polri),” lanjut Idham.

Kalau polisi Indonesia, lanjutnya,akan kompak-kompak saja hanya, “kaya api dalam sekam tapinya. Selamat hari Bhayangkara, marilah kita jaga soliditas dengan baik, kita boleh datang dari mana saja dan kita boleh pergi kapan saja, tapi panji-panji Tribrata ini harus kita junjung tegak tinggi, karena dia akan berdiri mungkin sampai dunia ini kiamat, baru polisi ini juga kiamat. Mohon maaf kalau yang kurang berkenan.”



Sumber: BeritaSatu.com