Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan

Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan
Nadiem Makarim. (Foto: Antara / Rivan Awal Lingga)
Maria Fatima Bona / IDS Rabu, 1 Juli 2020 | 19:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasi terhadap lembaga pendidikan di bawah pembinaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan nasional.

"Menurut saya tidak mungkin visi Presiden mengenai SDM unggul dan misi Merdeka Belajar tercipta tanpa partisipasi dari PBNU," kata Nadiem dalam webinar yang dihadiri oleh para pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU), Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) atau Organisasi yang membidangi pesantren di bawah pembinaan PBNU pada dengan tema "Memperkuat Mutu Pendidikan Kita" pada Selasa (30/6/2020).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Suara Pembaruan, Rabu (1/7/2020), Nadiem menuturkan, perlu kerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun pendidikan nasional. Khususnya dengan besarnya cakupan pendidikan yang ada di Indonesia.

“Filsafat pemikiran kita berubah total. Kita akan bermitra dengan berbagai macam organisasi swasta, organisasi nirlaba, organisasi mancanegara, dan juga berbagai macam organisasi atau platform teknologi. Semuanya bisa menjadi mitra, dan inilah cara kita kembali ke filsafat gotong royong," ujarnya.

Menurut Nadiem, Indonesia cukup berhasil dalam memberikan akses pada layanan pendidikan kepada setiap anak. Namun, yang belum dilakukan adalah memastikan apakah mereka masuk sekolah benar-benar belajar atau tidak.

Mutu pendidikan tercermin pada kualitas lulusan sebuah institusi pendidikan. Karakter lulusan yang memiliki kecakapan sosial, kreativitas, moralitas, spiritualisme, kemandirian, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta kemampuan berkolaborasi. "Ini adalah profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan utama semua program Merdeka Belajar," jelas Nadiem.

Sementara itu, Ketua LPTNU, Mohamad Nasir mengatakan, salah satu tugasnya untuk mengembangkan perguruan tinggi di bawah naungan NU. “Salah satu strategi yang saya dorong adalah inovasi untuk mengaplikasikan sistem e-learning yang juga dapat mengurangi biaya operasional,” jelasnya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) 2014-2019 ini mendorong adanya penggunaan satu platform yang terintegrasi untuk melakukan pendidikan, interaksi antara dosen dan mahasiswa, juga termasuk proses evaluasinya. Hal ini akan menjadi terobosan melalui pembelajaran secara virtual, sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, serta dapat saling berbagi.

Merespons hal tersebut, Sekjen Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Ainun Na’im menuturkan, tantangan dan harapan masyarakat untuk pengembangan perbaikan pendidikan inilah yang ditampung dan diimplementasikan melalui program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.



Sumber: BeritaSatu.com