Hasil Rapid Test, 22 Orang PPS Pilkada Pandeglang Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 22 Orang PPS Pilkada Pandeglang Reaktif Covid-19
Petugas medis melakukan cek suhu sebelum tes cepat atau rapid test pada karyawan Kuningan City, Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Laurens Dami / JEM Kamis, 2 Juli 2020 | 11:30 WIB

Pandeglang, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang, Banten menyelenggarakan rapid test selama dua hari yang melibatkan Petugas Pemungutan Suara (PPS). Hasilnya sebanyak 22 PPS yang tersebar di semua kecamatan dinyatakan reaktif Covid-19.

“Memang 22 PPS yang hasilnya reaktif itu menyebar di hampir semua kecamatan,” ujar Ketua KPU Pandeglang Ahmadi, Rabu (1/7/2020).

Ahmadi mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan agar anggota yang hasilnya reaktif untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil swab yang dilakukan oleh tim gugus tugas serta dibebastugaskan dari kegiatan verifikasi faktual (verfak).

“Kami hanya sebatas menyelenggarakan rapid test. Kalau hasilnya reaktif maka akan ditangani oleh gugus tugas. Pada pemeriksaan swab belum tentu positif. Kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Ahmadi mengatakan, kendati hasil tes 22 PPS reaktif tapi KPU Pandeglang tidak akan memberhentikan mereka. Hal itu sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh KPU RI.

“Pada surat edaran KPU RI itu tidak boleh diberhentikan, jadi mereka dibebastugaskan dan pekerjaannya digantikan oleh anggota PPS yang lain. Itu seandainya (ada yang positif), secara tahapan tidak menggangu karena anggota PPS itu ada 3 orang dan anggota sekretariat 3 orang,” tegasnya.

KPU Serang

KPU Kabupaten Serang juga menyelenggarakan rapid test pada Selasa (30/6/2020). Sebanyak 41 peserta yang ikut rapid test, termasuk komisioner KPU Kabupaten Serang di Sekretariat KPU setempat Jalan Kitapa Cilame Kota Serang. Rapid Test dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) atau Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang.

“Alhamdulillah dari 41 orang yang menjalani rapid test hasilnya semuanya non reaktif,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Surveilence Imunisasi Krisis Kesehatan (SIKK) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Yeni.

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, bahwa rapid test dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“Bukan hanya pegawai di KPU, kita juga melakukan upaya pencegahan baik PPK, PPDP maupun PPS,”ujarnya.

Untuk hari ini, lanjut Abidin Nasyar merupakan tahap awal upaya dikhususkan para pegawai Sekretariat KPU Kabupaten Serang. Sedangkan untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan menjalani rapid test tahap berikutnya.

“Untuk PPK dan berikut sekretariatnya sebanyak 232 orang yang akan menjalani rapid test, untuk tempatnya di Puskesmas masing-masing kecamatan,” katanya.

Setelah PPK menjalani rapid test, tahap berikutnya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebanyak 3.055 orang, dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 1.956. “Jadi total untuk PPK, PPS, PPDP yang menjalani rapid test sebanyak 5011 orang,” ujar Abidin.

Sedangkan untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 27.000 orang terakhir menjalani rapid tesnya. Namun, untuk KPPS akan dikoordinasikan terlebih dahulu karena pihak Pemkab Serang meminta kepada Pemprov Banten untuk rapid test KPPS dan disetujui oleh Gubernur Banten.  



Sumber: BeritaSatu.com