Lama Pasien Covid-19 Dirawat Rata-rata Dua Minggu

Lama Pasien Covid-19 Dirawat Rata-rata Dua Minggu
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP / Alberto Pizzoli)
Dina Manafe / YUD Kamis, 2 Juli 2020 | 17:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Melewati empat bulan sejak kasus positif Covid-19 pertama kali diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020, jumlah pasien sembuh akibat penyakit ini semakin bertambah. Per hari ini, Kamis (2/7/2020), jumlah pasien sembuh mencapai 26.667 orang dari total kasus positif 59.394 orang. Sebelum dinyatakan sembuh, pasien harus menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit. Lalu, berapa lama dan seperti apa proses penyembuhannya?

Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto, Kolonel CKM Dr.dr. Soroy Lardo, menjelaskan, dari awal perjalanan penyakit ini hingga sekarang, RSPAD telah melayani 560 pasien. Pada dua bulan pertama tenaga kesehatan RSPAD kewalahan melayani pasien karena kebanyakan dalam kondisi berat.

Namun kondisi sekarang sedikit berubah, di mana pasien tidak dalam kondisi berat tetap hanya dengan kormobid atau penyakit penyerta. Misalnya pasien melahirkan dan hemodialisis dengan Covid-19.

Rumah sakit sendiri memisahkan antara unit gawat darurat (UGD) Covid-19 dengan UGD untuk pasien umum. Di UGD, pasien Covid-19 dilakukan penilaian kemudian menentukan stratafikasi risikonya.

Jika pasien dengan kormobid dan datang dalam kondisi berat langsung masuk ruang ICU tekanan negatif. Tenaga kesehatan menyampaikan kondisi pasien kepada keluarga. Termasuk tindakan apa saja yang akan diberikan kepada pasien.

Jika pasien datang dalam kondisi sedang dan ringan, akan dirawat di ruang rawat biasa. Informasi mengenai kondisi pasien dan tindakan yang diberikan juga disampaikan kepada keluarga.

Yang jadi masalah, menurut Soroy adalah ketika pasien dengan kormobid itu tidak terkontrol. Kalau tidak terkontrol, maka pasien dirawat dengan pemantauan khusus.

“Selama pemantauan kita harus mengetahui perjalanan klinis daripada Covid-19-nya, yang disebut juga dengan virulensi dari masa inkubasi. Umumnya per hari kita awasi terus,” kata Soroy pada dialog Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (2/7/2020).

Pemantauan ini penting karena menurut Soroy berdasarkan sejumlah penelitian, pada hari ke-5 dan ke-6 masa perawatan bisa terjadi kondisi yang tidak diprediksi, yaitu kondisi yang lebih berat. Rumah sakit akan memberikan layanan terbaik sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Pasien melewati sejumlah fase sebelumnya akhirnya sembuh mulai dari masa kritis hingga pemulihan. Pasien dinyatakan sembuh setelah dilakukan tes swab dua kali dan hasilnya negatif.

Lamanya perawatan dari masuk sampai dinyatakan sembuh membutuhkan waktu dua minggu untuk pasien tanpa kormobid, dan 3 minggu bagi pasien dengan kormobid. Lamanya pasien dirawat dan sembuh bervariasi tergantung masing-masing individu.

Soroy menambahkan, saat ini masih diteliti apakah pasien sembuh bisa tertular dan positif kedua kalinya. Tetapi kemungkinan itu bisa saja terjadi. Penelitian di Tiongkok menunjukkan tiga orang positif yang sudah sembuh, setelah satu minggu dilakukan tes ulang hasilnya dua di antaranya positif. Sementara di Indonesia hal ini belum dipastikan.

“Pada Covid-19 ini ada proses keilmuan yang berbeda, dan saat ini tengah diteliti,” katanya.

Yang terpenting menurutnya, perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari untuk mencegah risiko tertular. Pasalnya banyak sekali orang yang positif tetapi tanpa gejala (OTG). Mereka membawa virus dan berada di sekitar kita. Tetapi tidak bisa diidentifikasi siapa yang membawa virus dan berada di sekitar kita.



Sumber: BeritaSatu.com