LTMPT Waspadai Penularan Covid-19 Saat SBMPTN

LTMPT Waspadai Penularan Covid-19 Saat SBMPTN
Pelaksanaan SBMPTN. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / FER Kamis, 2 Juli 2020 | 17:48 WIB

Medan, Beritasatu.com - Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengantisipasi klaster baru penularan Covid-19 saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, yang dilaksanakan pada 5 - 12 Juli 2020.

Baca Juga: Pengelola Sebut Belum Ada Penularan Covid-19

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Runtung Sitepu mengatakan, semua persiapan sudah dimatangkan agar proses ujian dalam seleksi itu tidak sampai menimbulkan kasus baru penyebaran virus corona. Persiapan ini mulai dari penyediaan ruangan yang sudah disemprot cairan disinfektan dan menyediakan sarana cuci tangan.

"Setiap peserta maupun pengawas diwajibkan untuk menggunakan masker, mengatur jarak dan tidak melakukan kerumunan. Sebelum memasuki ruangan juga diwajibkan mencuci tangan. Kami juga menyediakan masker jika pengawas dan peserta lupa membawa masker saat berangkat dari rumah," ujar Runtung Sitepu, Kamis (2/7/2020).

Runtung menyampaikan, jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti seleksi SBMPTN itu sudah mencapai 50.000 orang. Untuk peserta yang akan diterima di USU sekitar 7.500 orang. Jumlah ini belum termasuk penerimaan di Unimed Medan.

Baca Juga: Sekitar 700.000 Peserta Menjalani UTBK Era New Normal

Menurutnya, pihaknya juga sudah mengundang seluruh kepala sekolah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pakar kesehatan dan tokoh pendidikan, dalam membahas pelaksanaan SBMPTN tersebut. Dari pertemuan itu, kemudian USU mendapatkan berbagai masukan dalam mengantisipasi penularan Covid-19.

"Mulai dari komputer, kursi, meja maupun ruangan sudah disemprot cairan disinfektan. Kita sudah siap untuk melaksanakan ujian dalam SBMPTN. Semoga tidak ada penularan Covid-19 saat ujian dilaksanakan. Kita juga melibatkan petugas kesehatan dalam pelaksanaan ujian ini," sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor I Universitas Negeri Medan, Resku MS mengatakan, mekanisme pelaksanaan UTBK-SBMPTN yang akan digelar setiap hari, dibagi dalam empat sesi ujian, yakni dua sesi pagi dan dua sesi siang. Setiap peserta duduknya diatur dengan jarak sekitar 1,5 meter dan semua wajib menggunakan alat perlindungan diri seperti masker.

Baca Juga: Gubernur Ingatkan Waspadai Klaster Baru Covid-19 Saat SBMPTN

“Setiap ruang ujian hanya berisikan 10 orang peserta. Selesai ujian akan ada jarak waktu 30 menit sebelum memulai sesi selanjutnya. Kemudian jalur masuk dan keluar juga dibuat berbeda untuk menghindari kerumunan,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com