Penyaluran BLT Dana Desa Sudah Capai 95 Persen

Penyaluran BLT Dana Desa Sudah Capai 95 Persen
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 2 Juli 2020 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa telah tersalurkan ke 71.065 desa atau setara 95 persen dari 74.835 desa dengan total dana Rp 4,53 triliun.

Bantuan disalurkan ke 7.554.031 keluarga penerima manfaat (KPM). 

"Keluarga dengan sistematika perempuan kepala keluarga (PEKKA) sebanyak 2.341.750 atau setara dengan 31%," ungkap Menteri Halim pada konferensi pers virtual, Kamis (2/7/2020).

Lebih lanjut, KPM yang anggota keluarganya menderita penyakit kronis atau menahun sebesar 283.392 keluarga. Kemudian, 1.400.483 keluarga KPM kehilangan mata pencahariannya dan 6.602.190 lainnya adalah keluarga petani dan buruh.

Data ini menunjukkan angka KPM dengan perempuan sebagai kepala keluarga cukup tinggi. Hal ini seharusnya telah menjadi perhatian lama.

"Untuk itu, kita berikan perhatian khusus dan ada beberapa hal yang akan kita lakukan untuk pendampingan. Makanya, pendataan dilakukan agak mendetil," kata sosok yang akrab disapa Gus Menteri ini.

Berdasarkan data tersebut, penerima perempuan kepala kelarga terbesar terletak di Jawa dengan 52% atau setara 1.220.119 orang.

Beberapa langkah pendampingan PEKKA oleh Kemdes sudah dilakukan.

Pertama adalah berkomunikasi dengan tokoh masyarakat di desa termasuk aparatur untuk menempatkan PEKKA ini secara proporsional pada proses pembangunan di desa. Misalnya, PEKKA diwakili dalam setiap musyawarah desa (musdes).

Kedua, mereka diberikan afirmasi dengan pemanfaatan prioritas dalam proses kegiatan pembangunan desa.

"Kita perlu memberikan apresiasi khusus kepada Pekka karena mereka adalah tokoh yang hebat dengan kemampuan yang luar biasa," lanjut Gus Menteri.

Ia pun mencontohkan, tokoh nasional yang dibesarkan oleh PEKKA adalah mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang telah ditinggalkan ayahnya sejak kecil. Gus Menteri sendiri dibesarkan oleh seorang PEKKA.

Di saat yang sama, Kemdes juga memberikan perhatian kepada petani dan buruh tani penerima BLT dana desa yang berjumlah 6.602.190 keluarga atau setara dengan 88%.

Gus Menteri menyatakan, persebaran petani dan buruh tani penerima BLT dana desa terbanyak di Jawa Timur sebesar 1.133.617 KPM. Diikuti dengan Jawa Barat dengan 771.127 KPM, Sumatera Selatan 614.578 KPM, serta Sumatera Utara 513.163 KPM.

Pada konferensi tersebut, Gus Menteri juga memaparkan protokol tatanan normal baru (new normal) desa. Penyusunan protokol normal baru desa disebut sebagai upaya Kemdes menumbuhkan kembali optimisme kebangkitan ekonomi desa di masa pandemi.



Sumber: BeritaSatu.com