Potensi Krisis Ekonomi, Bara JP Ingatkan Pentingnya Soliditas Bangsa

Potensi Krisis Ekonomi, Bara JP Ingatkan Pentingnya Soliditas Bangsa
Pengurus Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Viktor S Sirait berbicara di markas BaraJP, di Jalan Cawang Baru Nomor 3, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (21/4/2019). (Foto: Istimewa)
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 2 Juli 2020 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Viktor S Sirait menegaskan persoalan utama bangsa saat ini yaitu potensi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Viktor mengingatkan pentingnya soliditas pemerintah dan kerja sama semua komponen bangsa.

"Pandemi Covid-19 ini kelihatannya belum ada kepastian kapan berakhir, vaksin belum ditemukan. Hal yang jauh lebih rumit adalah persoalan ekonomi siap menunggu. Pengangguran, produktivitas menurun, dan daya beli berkurang akan menimbulkan persoalan yang lebih besar," kata Viktor, Kamis (2/7/2020).

Viktor berharap pemerintah dan segenap komponen masyarakat berkonsentrasi menghadapi tantangan bangsa ke depan yang kemungkinan akan semakin sulit. Menurut Viktor, dibutuhkan fokus, kerja keras, dan kreatifitas pemerintah.

"Dalam rangka itu kami tidak terlalu tertarik menanggapi reshuffle (perombakan) kabinet atau hal lain. Persoalan utama bangsa ini adalah meminimalisasi efek dan penyebaran pandemi dan bersiap menghadapi persoalan krisis ekonomi," ujar Viktor.

Viktor menuturkan apabila Presiden Jokowi harus melakukan reshuffle, itu hal biasa untuk mengefektifkan dan memaksimalkan kerja-kerja kabinet.

"Kami yakin Pak Jokowi sangat paham siapa yang bisa kerja dan siapa yang tidak dan biarlah itu menjadi wilayah keputusan Pak Jokowi tanpa intervensi dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun," tutur Viktor.

Menurut t Viktor jajaran Kabinet Indonesia Maju kini sepatutnya melakukan kerja-kerja optimal untuk menyelamatkan bangsa ini dan menjaga nasib 267 juta masyarakat. "Melakukan apapun untuk menjamin bahwa bangsa ini akan mampu melewati masa-masa sulit ini karena pandemi dan persoalan ekonomi," ucap Viktor.

Viktor menyatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) semestinya dioptimalkan untuk menggerakkan ekonomi dan penanganan kesehatan seperti yang disampaikan Presiden. Kemarahan Presiden, kata Viktor, mengenai APBN yang belum direalisasikan secara optimal, hendaknya segera ditindaklanjuti oleh semua kementerian.

Viktor juga berharap perusahaan Badan Usaha Milik Negara bisa mengambil peran strategis untuk menggerakkan ekonomi bangsa ini. "BUMN bisa mengambil peran di semua lini ekonomi, mulai dari sektor industri, pangan, transportasi, pertanian, dan lainnya. BUMN harus bisa menjadi lokomotif penggerak ekonomi khususnya masa-masa seperti ini," kata Viktor.

Menurut Viktor, BUMN mempunyai kapasitas, struktur organisasi, dan uang yang cukup untuk memacu pergerakan ekonomi. "Semoga itu bisa dioptimalkan. Karena kalau tidak, maka bangsa ini mungkin akan masuk ke persoalan yang lebih serius," ucap Viktor.

Viktor menuturkan Menteri BUMN Erick Thohir telah menjanjikan menyiapkan lahan PTPN di Batang, Jawa Tengah, untuk investor seluas 4.000 hektare. "Semoga bisa segera beres, kita awasi, dan ingatkan terus agar hal tersebut tidak tertunda karena bangsa ini sangat butuh investor, secara khusus pada masa sulit ini," ucap Viktor.

"Saatnya semua kita bersatu, kerja keras, dan soliditas antara pemerintah dan semua komponen bangsa. Sementara sisihkan dulu hal politik lainnya yang mungkin akan mengganggu konsentrasi bangsa ini dalam menghadapi persoalan besar krisis ekonomi di depan mata," pungkas Viktor.



Sumber: BeritaSatu.com