Bupati Lampung Utara Divonis 7 Tahun Penjara

Bupati Lampung Utara Divonis 7 Tahun Penjara
Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019 dini hari. (Foto: Antara / Aditya Pradana Putra)
Fana Suparman / YS Kamis, 2 Juli 2020 | 19:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjung Karang menjatuhkan hukuman 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 750 juta subsider 8 bulan kurungan terhadap Bupati nonaktif Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, Kamis (2/7/2020).

Majelis Hakim menyatakan Agung Ilmu Mangkunegara terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Lampung Utara secara bersama-sama dan berlanjut.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Agung Ilmu Mangkunegara telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Epiyanto.

Tak hanya pidana pokok, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Agung Ilmu Mangkunegara berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 74,63 miliar subsider 2 tahun pidana. Selain itu, Majelis Hakim juga memutuskan mencabut hak politik Agung Ilmu Mangkunegara selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Hukuman terhadap Agung Ilmu Mangkunegara ini lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut KPK menuntut agar Agung Ilmu Mangkunegara dihukum 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Dalam menjatuhkan hukuman itu, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Majelis Hakim menyatakan Agung Ilmu Mangkunegara sebagai kepala daerah ikut terlibat dalam melanggengkan praktik-praktik korupsi, padahal dengan kewenangan yang dimiliki seharusnya berperan aktif ikut mencegah praktik korupsi di wilayahnya.

Selain itu, Majelis Hakim menilai Agung Ilmu Mangkunegara telah melakukan lebih dari satu tindak pidana korupsi dan gratifikasi secara berulang.

Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Agung Ilmu Mangkunegara telah mengakui kesalahannya, berlaku sopan selama di persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

Atas vonis tersebut baik Agung dan Jaksa Penuntut Umum pada KPK menyatakan pikir-pikir.

Dalam surat tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut, Agung menerima suap dari pengusaha Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh melalui orang kepercayaannya Raden Syahril; Kepala Dinas PUPR, Syahbuddin serta Kepala Dinas Perdagangan Wan Hendri terkait sejumlah proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Pemkab Lampung Utara.

Vonis Lainnya
Pada hari yang sama, Majelis Hakim juga membacakan amar putusan terhadap tiga anak buahnya. Untuk Raden Syahril, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sementara Syahbudin divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Syahbudin juga dihukum pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 2,38 miliar subsider 8 bulan kurungan.

Sedangkan Wan Hendri divonis pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Wan Hendri juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 60 juta subsider 2 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, ketiga terdakwa menyatakan menerima putusan, sementara Jaksa Penuntut KPK menyatakan pikir-pikir. 



Sumber: Suara Pembaruan