Ini Penyebab Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Ini Penyebab Lonjakan Kasus Positif Covid-19
Ilustrasi "swab test". (Foto: Antara)
Dina Fitri Anisa / YUD Kamis, 2 Juli 2020 | 20:12 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Dua hari terakhir, peningkatan kasus positif Covid-19 terus memperlihatkan peningkatan, bahkan angkanya mencetak rekor nasional. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto faktor peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dipengaruhi oleh pertambahan tes yang semakin masif.

Adapun hingga saat ini totalnya ada 849.155 spesimen yang sudah diperiksa, dari 503.132 orang yang diambil sampelnya. Satu orang bisa diambil lebih dari satu spesimen.

Menanggapi peningkatan ini, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (epidemiolog) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, hal yang wajar jika angka nasional kasus positif Covid-19 melonjak karena diiringi dengan pemeriksaan tes yang masif.

“Sebenarnya ini positivity rate-nya sama saja tidak berubah. Kalau banyak tesnya sedikit maka hasil angka yang dikeluarkan juga positif, begitupun sebaliknya. Artinya, positivity rate-nya tidak berubah jauh,” terang Tri, Kamis (2/7/2020).

Ia menjelaskan bahwa, positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes Covid-19 dengan total jumlah orang yang menjalani tes.

Faktor ke dua, lonjakan kasus ini juga bisa diakibatkan karena pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kawasan daerah berpenduduk besar seperti Jabodetabek, dan juga Jawa Tengah.

“Mall sudah di buka, tempat hiburan dan rekreasi juga. Ini kan yang akan menimbulkan kerumunan. Dengan bertambahnya kerumunan, tentu kemungkinan infeksi juga akan terjadi,” terangnya.

Diketahui pasien yang terinfeksi virus asal Wuhan di Jakarta kini bertambah 198 orang dibandingkan data terakhir pada Rabu (1/7), yakni 11.482 pasien. Sehingga akumulatif jumlah kasus positif di wilayah DKI sebanyak 11.680 kasus.

Dari jumlah tersebut, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 190 orang menjadi 6.870 orang. Sementara pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah dua orang sehingga total berjumlah 646 orang.

Kemudian jumlah warga DKI yang telah menjalani pemeriksaan rapid test mencapai 240.236 orang. Dengan persentase reaktif Covid-19 sebanyak 3,5 persen. Jadi, rinciannya adalah terdapat 8.355 orang yang reaktif dan 231.881 orang dinyatakan non-reaktif Covid-19.

“Jika keadaan pelonggaran seperti ini terus, selama kerumunan tidak dikurangi, kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker pun mulai tidak dipatuhi, bukan hal yang tidak mungkin kasus positif akan terus meningkat. Sekarang salah satu caranya mungkin meneggakkan hukum yang lebih tegas lagi, kalau tidak angkanya pun tidak menurun,” tegasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com