Pemusnahan 1,2 Ton Sabu di Polda Metro Jaya Abaikan Protokol Kesehatan

Pemusnahan 1,2 Ton Sabu di Polda Metro Jaya Abaikan Protokol Kesehatan
Kerumunan massa terlihat saat acara pemusnahan narkoba di Halaman Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 2 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Gardi Gazarin)
Gardi Gazarin / RSAT Kamis, 2 Juli 2020 | 19:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Polda Metro Jaya mengabaikan peraturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam hal  menjaga jarak ketika melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi, dan 410 kilogram ganja di Lapangan Parkit Dilantas Polda Metro Jaya, Kamis (2/7).

Pemusnahan barang haram yang dipimpin Kapolri Jenderal Idham Azis, dihadiri Ketua MPR Bambang Suesatyo, Ketua Komisi III DPR Herman Herry, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kejaksaan dan Kehakiman telah mengundang kerumunan massa.

Walaupun kerumunan orang itu menggunakan masker, namun mengabaikan jaga jarak sehingga mendatangkan kritikan dari berbagai masyarakat. Kerumunan massa terlihat khususnya warga yang hendak membayar pajak kendaraannya di gedung Samsat Polda Metro Jaya itu hendak melihat pemusnahan barang haram tersebut.

Pelawak Nardji yang memandu acara itu berulang kali mengingatkan masyarakat  untuk tetap menjaga jarak sesuai protokol kesehatan, namun tetap saja kerumunan orang yang ingin menyaksikan  pemusnahakan tersebut tetap tidak dihindarkan.

Hendaknya pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkoba seharusnya disesuaikan dengan waktu dan tempat yang tepat mengingat masa pandemi Covid-19 yang masih mengancam Indonesia. Dikhawatirkan kerumunan warga bisa mempercepat penularan virus mematikan itu.

Sementara itu Kapolri Jenderal Idham Azis dalam sambutannya meminta jajaran untuk mengambil tindakan tegas terhadap dan terukur terhadap pengedar narkoba. Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan untuk mencegah agar tidak disalahgunakan anggota polisi dalam penyidikan.

Pihaknya berkomitmen akan terus memerangi narkoba demi menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba. “Pemusnahan barang bukti narkoba ini wujud nyata dan komitmen Polri dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” ujar Kapolri Idham Azis.

Sabu 1,2 ton yang dimusnahkan itu berasal dari Iran yang diselunduplan jaringan sindikat narkoba Timur Tengah melalui perairan Banten dan Sukabumi, Jawa Barat. Polisi menangkap 25 orang tersangka terkait 1,2 ton sabu, 35 ribu ekstasi dan 410 kilogram ganja, 6 orang warga negara asing dan 19 orang warga negara Indonesia.

Dua orang terpaksa ditembak mati lantaran berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat akan ditangkap petugas. Pemusnahan barang bukti narkoba dilaksanakan dengan cara menggunakan alat insinerator yang bersuhu sangat tinggi.

Namun karena kekuatan alat penghancur itu terbatas, yakni hanya 30 kilogram sehingga barang bukti selebihnya diangkut menggunakan dua mobil box untuk dimusnahkan di RSPAD.



Sumber: BeritaSatu.com