Dua Prajurit TNI AD Terlibat Kasus Penusukan Serda Saputra

Dua Prajurit TNI AD Terlibat Kasus Penusukan Serda Saputra
Ilustrasi penusukan. (Foto: ist)
Yeremia Sukoyo / YS Kamis, 2 Juli 2020 | 21:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Polisi Militer (Puspom) menelusuri kasus penusukan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pekojan, Serda Saputra di Hotel Mercure, Jakarta Barat yang diduga dilakukan Prajurit TNI AL, Letda (Mar) RW.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis menjelaskan, dalam proses penelusuran, dalam kasus itu ternyata juga melibatkan delapan tersangka lain. Dua antaranya ternyata juga merupakan oknum TNI AD.

"Tersangka lain ada dua oknum dari TNI AD, inisialnya Sertu H dan Koptu S. Sudah kita periksa dan barang bukti telah kita kumpulkan dan keterangan para saksi telah kita lakukan dan kaitkan," kata Danpuspom Mayjen TNI Eddy Rate Muis, di Mako Puspomal, Gading Raya, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

Dijelaskan Eddy, dua oknum TNI AD itu berperan dalam melakukan tindakan pengrusakan di Hotel Mercure. Selain itu, keduanya juga berperan meminjamkan senjata api kepada tersangka Letda RW.

"Perannya kedua ini memberikan, meminjamkan senjata api kepada tersangka. Jadi senjata api yang digunakan oleh tersangka (Letda RW) itu dipinjam dari Sertu H," ucapnya.

Selain dua oknum TNI AD, ada enam masyarakat sipil yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Enam orang tersebut juga diduga terlibat dalam melakukan pengrusakan hotel. Untuk enam tersangka sipil tersebut, pihak Puspom menyerahkannya kepada Polri.

Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda Saputra tewas akibat menjadi korban penusukan. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 02.40 WIB di Hotel Mercure Batavia, Tambora, Jakarta Barat.

Saat penyelidikan pascapenusukan, Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) juga menemukan sebuah proyektil peluru.



Sumber: Suara Pembaruan