Bawaslu Minta ASN Bijak Gunakan Medsos Saat Pilkada

Bawaslu Minta ASN Bijak Gunakan Medsos Saat Pilkada
Ilustrasi media sosial. (Foto: AFP / Denis Charlet)
Robert Wardy / YS Kamis, 2 Juli 2020 | 21:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) di masa Pilkada Serentak 2020.

Pasalnya setiap perbuatan dan komentar dalam Sosmed akan dilihat. Jika ada komentar yang mendukung calon tertentu maka akan dikenakan sanksi.

"Mengupload atau mengunduh di media sosial kegiatan kampanye pasangan calon atau memberikan simbol like sebagai bagian dari bentuk dari dukungan," kata Ketua Bawaslu Abhan di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Ia meminta agar ASN benar-benar netral. Jika ada bukti ketidaknetralan, Bawaslu akan bertindak sesuai aturan yang ada.

"ASN menghadiri acara kampanye pasangan calon. Kemudian menjadi pembawa acara dan aktif terlibat dalam kampenye. Ini yang jelas sebagai bentuk pelanggaran," jelas Abhan.

Dia menyebut hingga saat ini, Bawaslu telah menerima 369 laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN. Dari jumlah itu, sebanyak 324 laporan diteruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk diberikan rekomendasi.

"Ada 39 kasus tidak cukup bukti," tegas Abhan.

Dia menyayangkan beberapa rekomendasi sanksi dari KASN bagi ASN yang melanggar netralitas tidak sepenuhnya ditindaklanjuti oleh pembina pejabat kepegawaian (PPK) di setiap instansi. Hal itu karena PPK di lingkungan pemerintah daerah dijabat oleh kepala daerah, yang bisa berpotensi maju kembali dalam pilkada.

"Banyak rekomendasi yang dikeluarkan KASN, oleh PPK-nya bisa juga ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, tetapi bisa juga ada yang belum ditindaklanjuti atau bahkan tidak ditindaklanjuti. Ini memang bahan evaluasi kedepan, terutama dari segi UU yang mengatur ASN," tutup Abhan.



Sumber: Suara Pembaruan