Megawati Dorong Produksi Pangan Selain Beras Saat Pandemi

Megawati Dorong Produksi Pangan Selain Beras Saat Pandemi
Megawati Soekarnoputri. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / YS Kamis, 2 Juli 2020 | 21:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, seluruh kader partainya harus mewujudkan wajah politik membumi, penuh dengan nilai kemanusiaan, dan selalu hadir dalam seluruh problematika rakyat.

Hal itu diungkap Megawati ketika memimpin rapat koordinasi DPP PDIP dengan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah guna melakukan monitoring atas instruksi Megawati sebelumnya. Khususnya terkait gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan.

Megawati menuturkan, belum ada yang bisa memastikan sampai kapan wabah Covid-19 selesai. Pandemi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Saat ini, dunia mengalami ancaman defisit pangan. Oleh karena itu, DPP PDIP menginstruksikan para kepala daerah yang diusung PDIP untuk menanam tanaman pendamping beras.

“Kita harus sedia payung sebelum hujan. Kita tak tahu Covid-19 ini berapa lama sementara harga bahan pangan bisa semakin mahal. Jadi perlu makanan pendamping beras," ungkap Megawato, Kamis (2/7/2020) sore.

Menurut Megawati ada 10 macam pendamping beras yakni singkong, ubi jalar, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, dan talas.

"Kepala daerah yang belum mulai segera mulai, kepala daerah yang belum mengerti silakan bertanya ke Bu Risma. Saya minta semua daerah bahu membahu. Kita harus sedia payung sebelum hujan. Program ini saya pantau dalam tiga bulan mendatang, real time," ucap Megawati.

Megawati mengutip pernyataan Bung Karno yang mengatakan perut rakyat harus kenyang. Sebab kalau lapar, pikiran tidak jernih. Presiden RI Kelima itu mendorong agar para kepala daerah menciptakan ketersediaan dan kedaulatan pangan.

"Jangan bergantung terus ke pemerintah pusat atau bergantung ke APBD," imbuhnya.

"Para kepala daerah tolong pikirkan, jangan diam. Harus melakukan sesuatu untuk daerah masing-masing," pinta Megawati dalam rapat yang dimoderatori Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto itu.

Dalam kesempatan itu, sebelum pengarahan Megawati, sejumlah kepala daerah memberikan laporan terkait program tersebut. Seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Bupati Boalemo Darwis Moridu.

Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyampaikan paparan dalam rapat. Puan mendorong agar koordinasi dan sinergi eksekutif dan legislatif di setiap daerah bisa berjalan dengan baik.

Menutup pengarahannya, Megawati kembali menegaskan dirinya akan melakukan pengawasan intens terhadap program menanam tanaman ini.

Sebelum menutup rapat, Hasto membacakan kesimpulan rapat yakni para kepala daerah wajib menjalankan gerakan pendamping padi dengan sebaik-baiknya termasuk giat melakukan penelitian di bidang pangan.

"Kepala daerah wajib merancang program kedaulatan pangan secara berdikari. Kerjasama antarkepala daerah dalam tukar menukar informasi dan program karena persoalan pangan mati hidupnya negeri," kata Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan