Mau Jalan ke Luar Kota, Jangan Lupa Penuhi Syarat Ini

Mau Jalan ke Luar Kota, Jangan Lupa Penuhi Syarat Ini
Terawan Agus Putranto. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 3 Juli 2020 | 14:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki transisi tatanan normal baru, masyarakat sudah diperbolehkan melakukan perjalanan dalam negeri. Namun sebelum pergi luar kota, ada beberapa syarat yang dipenuhi.

Syarat tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandara Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Surat edaran tersebut telah ditandatangan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dalam SE tersebut, para penumpang dan awak alat angkut yang melaksanakan perjalanan dalam negeri harus memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan (real time polymerase chain reaction) RT-PCR negatif yang berlaku paling lama 14 hari atau surat keterangan hasil pemerikasaan rapid test antigen/antibody nonreaktif yang berlaku paling lama 14 hari sejak surat keterangan diterbitkan.

“Juga harus membawa Kartu kewaspadaan sehat atau Health Alert Card (HAC),” tulis Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam SE tersebut.

Dijelaskannya, surat keterangan pemeriksaan RT-PCR atau surat keterangan pemeriksaan rapid test penumpang dan awak alat angkut yang melakukan perjalanan dalam negeri diterbitkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta yang ditetapkan oleh dinas kesehatan daerah kabupaten/kota.

Jika dinas Kesehatan kabupaten/kota belum menetapkan pelayanan Kesehatan yang bisa menerbitkan surat keterangan pemeriksaan RT-PCR dan surat keterangan pemeriksaan rapid test, maka kedua tes tersebut dapat dilakukan di rumah sakit rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tertentu atau laboratorium pemeriksa COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Atau, di rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang melaksanakan pelayanan penerbitan International Certificate of Vaccination (ICV). Atau rumah sakit/laboratorium lain milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Sedangkan Kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) diperoleh dengan mengunduh aplikasi electronik Health Alert Card (eHAC) melalui Google Play/ App Store atau dengan mengakses melalui inahac.kemkes.go.id, dan diisi pada saat keberangkatan baik secara elektronik maupun nonelektronik.

Pada saat pembelian tiket pesawat dan/atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun nonelektronik, dan telah mengunduh aplikasi electronik Health Alert Card (eHAC) serta telah mengisinya.

Kemudian, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan keberangkatan melakukan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut.

“Lalu melakukan validasi surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif milik penumpang dan awak alat angkut, dengan cara membubuhkan paraf dan stempel di sudut kanan atas,” terang Terawan Agus Putranto.

Selanjutnya, petugas akan memastikan kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) secara elektronik maupun non elektronik telah diisi oleh penumpang atau awak alat angkut.

Sementara, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan kedatangan melakukan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut. Serta verifikasi kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) elektronik maupun nonelektronik yang dibawa oleh penumpang.

Ditegaskan Terawan, Dinas kesehatan daerah provinsi/kabupaten/kota dapat mengakses informasi kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri yang melalui bandara atau pelabuhan ke wilayahnya melalui aplikasi electronik Health Alert Card (eHAC).

''Dengan dilaksanakannya Protokol Pengawasan ini dengan ketat dan disiplin, kita dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari penularan COVID-19',” jelas Terawan Agus Putranto.



Sumber: BeritaSatu.com