Soal Reshuffle Kabinet, Politikus Golkar Nilai Presiden Jokowi Arif dan Bijak

Soal Reshuffle Kabinet, Politikus Golkar Nilai Presiden Jokowi Arif dan Bijak
Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun . (Foto: Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / RSAT Jumat, 3 Juli 2020 | 17:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, M Misbakhun, menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak arif dan bijaksana karena hanya meluapkan kejengkelannya terhadap kinerja para menteri kabinetnya. Padahal presiden bisa saja menggunakan hak prerogatifnya dengan memecat para menteri berkinerja jeblok secara langsung.

"Pak Jokowi ini adalah orang yang punya kebijaksanaan, punya kearifan sebagai seorang Kepala Negara. Salah satu kearifan Pak Jokowi yaitu mereka dimarahi, bukan langsung dipecat," kata Misbakhun, Jumat (3/7/2020).

Bagi Misbakhun, kemarahan presiden itu adalah sebuah sinyal lebih jelas lagi tentang adanya menteri yang belum mampu menangkap visi misi maupun isi hati Presiden Jokowi. Baginya, menteri seharusnya mulai belajar untuk memahami apa yang tersirat dari pernyataan presiden.

"Harusnya menteri paham bahasa yang tersirat, bahasa tubuh juga harus mengerti, termasuk bahasa kalbunya Pak Jokowi. Harus begitu,” kata Misbakhun.

Dia lalu memberi contoh. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memiliki kewenangan yang semakin besar setelah adanya Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang diterbitkan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Namun kini banyak pihak yang bisa menilai bahwa belum tentu dengan kewenangan besar yang diberikan itu, Menkeu bisa menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi di masa pandemi Covid.

Padahal kewenangan itu dikeluarkan oleh Presiden Jokowi karena melihat kedaruratan kondisi negara. Namun, ketika semua kewenangan berpusat di Kementerian Keuangan, namun pengelolaan keputusan tidak efektif.

"Ketika kekuasaan menyusun, mencairkan anggaran sepenuhnya wilayah kekuasaan menteri keuangan, apakah masalah yang selama ini tentang realisasi anggaran menjadi selesai? Tidak," katanya.

Apapun itu, Misbakhun menyatakan bahwa keputusan reshuffle kabinet adalah sepenuhnya wewenang presiden. "Kami ini yang pendukungnya Bapak Jokowi ngawulo sama Bapak Jokowi. Disuruh salto-salto, disuruh merangkak, kami merangkak,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com