Calon Penumpang Pesawat dan Kapal Wajib Tunjukkan Rapid Test

Calon Penumpang Pesawat dan Kapal Wajib Tunjukkan Rapid Test
Penumpang antri untuk diperiksa petugas, menunjukan SIKM di terminal 3 kedatangan domestik bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 29 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Thresa Sandra Desfika / FMB Jumat, 3 Juli 2020 | 20:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mewajibkan calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri untuk menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test nonreaktif kepada maskapai atau operator pelayaran atau agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik, saat pembelian tiket pesawat atau kapal.

Hal tersebut ditegaskan dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menjelaskan para penumpang dan awak alat angkut yang melaksanakan perjalanan dalam negeri harus memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negative yang berlaku paling lama 14 hari atau surat keterangan hasil pemerikasaan rapid test antigen/antibody nonreaktif yang berlaku paling lama 14 hari sejak surat keterangan diterbitkan dan wajib memiliki kartu kewaspadaan sehat atau health alert card (HAC)

"Surat keterangan pemeriksaan RT-PCR atau surat keterangan pemeriksaan rapid test penumpang dan awak alat angkut yang melakukan perjalanan dalam negeri diterbitkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta yang ditetapkan oleh dinas kesehatan daerah kabupaten/kota," imbuh Terawan.

Jika dinas kesehatan kabupaten/kota belum menetapkan pelayanan kesehatan yang bisa menerbitkan surat keterangan pemeriksaan RT-PCR dan surat keterangan pemeriksaan rapid test maka kedua tes tersebut dapat dilakukan di rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu atau laboratorium pemeriksa Covid-19 yang ditetapkan oleh menteri kesehatan. Bisa juga dilakukan di rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan yang melaksanakan pelayanan penerbitan international certificate of vaccination (ICV) atau rumah sakit/laboratorium lain milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Untuk kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC) diperoleh dengan mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) melalui Google Play/ App Store atau dengan mengakses melalui inahac.kemkes.go.id dan diisi pada saat keberangkatan baik secara elektronik maupun nonelektronik.

Selain itu, Terawan menekankan, pada saat pembelian tiket pesawat dan/atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik, dan telah mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) serta telah mengisinya.

Dia menambahkan, petugas Kantor kesehatan pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan keberangkatan melakukan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut; validasi surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif milik penumpang dan awak alat angkut, dengan cara membubuhkan paraf dan stempel di sudut kanan atas; dan memastikan kartu kewaspadaan kesehatan secara elektronik maupun non elektronik telah diisi oleh penumpang atau awak alat angkut.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan kedatangan melakukan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut; dan verifikasi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik maupun non elektronik yang dibawa oleh penumpang.

Lebih jauh, dinas kesehatan daerah provinsi/kabupaten/kota dapat mengakses informasi kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri yang melalui bandara atau pelabuhan ke wilayahnya melalui aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC).

''Dengan dilaksanakannya protokol pengawasan ini dengan ketat dan disiplin, kita dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari penularan Covid-19'' ucap Terawan.



Sumber: BeritaSatu.com