Ombudsman Bengkulu Buka Pos Pengaduan Pelaksananaan PPDB

Ombudsman Bengkulu Buka Pos Pengaduan Pelaksananaan PPDB
Siswa mengisi formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring melalui gawainya. (Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Bagus Khoirunas)
Usmin / IDS Jumat, 3 Juli 2020 | 13:46 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Ombudsman Bengkulu membuka posko pengaduan proses pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran baru 2020/2021, mulai tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat di daerah ini.

Kepala Perwakilan Ombudsman Bengkulu, Herdi Puryanto menjelaskan, selain membuka posko pengaduan, pihaknya juga melakukan sidak ke sekolah untuk memastikan proses pelaksanaan PPDB di semua tingkatan berjalan lancar dan sukses.

"Pelaksanaan PPDB di Bengkulu, saat ini sudah berjalam baik jalur prestasi dan afirmasi, maupun jalur pindah tugas orang tua serta jalur zonasi yang dilakukan secara daring. Demikian pula pelaksanaan PPDB melalui jalur offline juga berjalan baik dan lancar sesuai yang diharapkan masyarakat," tuturnya, Jumat (3/7/2020).

Meski demikian, Ombudsman Bengkulu berharap baik wali murid, sekolah, maupun jajaran Diknas setempat taat menerapkan protokol guna mencegah Covid-19.

Herdi mengimbau masyarakat jika merasa tidak puas dan dirugikan pelaksanaan PPDB di semua tingkatan di Bengkulu agar disampaikan ke pihak Ombudsman setempat sehingga dapat ditindaklanjuti.

Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020/2021 di Bengkulu. Hal ini terjadi karena pelaksanana PPDB sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ombudsman Bengkulu dalam melakukan pemantuan pelaksanaan PPDB fokus pada jalur prestasi dan jalur khusus pindah tugas dan afirmasi, karena diduga jalur ini kerap dijadikan anjang titipan bagi siswa didik dari luar zonasi.

Dengan adanya pemantuan dari Ombudsman tersebut, diharapkan pelaksanaan PPDB semua tingkatan di Bengkulu berjalan sesuai harapan pemerintah.

Dari pantuan Suara Pembaruan di Bengkulu, Jumat (3/7/2020), sampai saat ini masyarakat masih mengeluhkam masih sulitnya untuk mengakses situs PPDB baik tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK karena jaringan internet yang kurang lancar.

"Saya berkali-kali mengakses situs PPDB sulit ditembus karena jaringan internet ngadat alias tidak lancar. Akhirnya saya datang ke sekolah dan daftar melalui offline," ujar Elpi Lidia.

Hal senada diungkapkan Marani, wali murid lainnya. Ia mengatakan setelah lebih dari 10 kali mengakses situs PPDB tingkat SMA/ SMK, barulah ia berhasil mendaftar di sekolah yang dituju.

"Alhamdulillah anak saya diterima di sekolah yang didaftar melalui jalur zonasi. Jarak sekolah dan tempat tinggalnya sekitar 50 meter saja," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com