Empat Pesan Jokowi untuk Seluruh Rektor Indonesia

Empat Pesan Jokowi untuk Seluruh Rektor Indonesia
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / WBP Sabtu, 4 Juli 2020 | 11:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan Forum Rektor Indonesia (FRI) tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2020).

Dalam acara tersebut, Jokowi menekankan FRI mempunyai peran besar dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia sehingga mampu bersaing dengan negara maju lainnya.

Jokowi menitipkan empat pesan kepada seluruh rektor Indonesia yang tergabung dalam FRI. Pertama, Jokowi mengajak FRI jangan hanya menjadi forum komunikasi, tetapi harus dikemas menjadi forum saling peduli dan berbagi, yang mampu membantu pihak tidak mampu. Selain itu, yang punya membantu yang tidak punya.

“Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring untuk maju bersama memajukan seluruh mahasiswa di seluruh Indoensia. Ini saya meyakini bisa dilakukan FRI,” kata Jokowi.

Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak para rektor dan FRI memfasilitasi mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja. “Sekali lagi bisa belajar kepada siapa saja. Mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen, tapi juga mahasiswa belajar kepada pelaku industri, kepada wirausahawan, kepada praktisi pemerintahan, kepada praktisi hukum dan kepada para pelaku lapangan lainnya,” ujar Jokowi.

Tujuannya agar mahasiswa bisa menangkap perubahan dunia yang dipicu disrupsi dan hyper kompetisi. Ia menambahkan di era disrupsi dan hyper kompetisi seperti sekarang, dunia berubah sangat cepat.

Menurut Jokowi, banyak hal yang belum sempat dibukukan, ternyata sudah mengalami perubahan di lapangan. Banyak karakter yang tidak hanya bisa ditangkap dengan membaca, tapi melalui pengalaman nyata. Hal itu sangat penting untuk memerdekakan mahasiwa agar bisa belajar ke siapa saja

“Ketiga, saya mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk bekerja sama dengan kawasan industri terdekat. Jika ada kawasan industri terdekat, ajak segera bekerja sama buka fakultas, atau departemen atau program studi yang karakter keilmuannya dekat dengan kawasan industri itu,” terang Jokowi.

Kerja sama dengan indsutri, sambung Jokowi, bukan hanya memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga perguruan tinggi bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi untuk research and development di dunia industri sekaligus untuk pengembangan ilmu murni.

Keempat, Jokowi menegaskan pendidikan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, harus membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja, dan memegang teguh Pancasila.

Lebih lanjut Jokowi menyatakan suasana kampus harus memperkokoh rasa kebangsaan, menghargai kebinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan antikorupsi serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi.

“Bapak, Ibu, orangtua mereka yang bertanggung jawab untuk masa depan mereka dan sekaligus masa depan indonesia. Semua itu harus kita lakukan dengan cepat dengan sangat segera,” ungkap Jokowi.

Tak lupa ia mengajak seluruh rektor Indonesia yang tergabung dalam FRI agar memanfaatkan puncak bonus demografi saat ini untuk mencetak generasi muda unggul sehingga mampu membangun Indonesia Maju.

“Satu abad republik Indonesia sudah dekat di 2045 nanti, tinggal 25 tahun lagi. Mari kita cetak sejarah mari kita buktikan kita tidak akan terjebak middle income trap, mari kita buktikan di tahun 2045 nanti Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com