Pemkab Mukomuko Belum Izinkan Warga Gelar Pesta Pernikahan

Pemkab Mukomuko Belum Izinkan Warga Gelar Pesta Pernikahan
Ilustrasi. (Foto: ist)
Usmin / FMB Sabtu, 4 Juli 2020 | 15:00 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Bengkulu, sampai kini belum mengizinkan warga menggelar pesta pernikahan, baik di ruang tertutup maupun di lapamgan terbuka, meski daerah ini sudah berada di zona hijau virus corona atau Covid-19.

"Meski Mukomuko sudah zona hijau penyebaran virus corona di Bengkulu, tapi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 belum mengizinkan masyarakat menggelar pesta pernikahan dalam waktu dekat ini, " kata juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mukomuko, Bustam Bustomo, di Bengkulu, Sabtu (4/7/2020).

Ia mengatakan, cukup banyak warga Mukomuko yang menunggu izin pesta pernikahan dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat, tetapi sampai sekarang belum ada satu izin pun yang diberikan kepada masyarakat setempat.

"Kita belum bisa mengeluarkan izin pesta pernikahan, baik di ruangan tertutup maupun lapangan terbuka, termasuk kegiatan ekonomi lainya yang melibatkan orang banyak. Pasalnya, kasus Covid-19 di Mukomuko masih belum aman benar," ujarnya.

Meski dalam sebulan ini kasus virus corona di Kabupaten Mukomuko sudah melandai, tapi pemkab belum berani mengizinkan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Mukomuko khawatir jika diberikan izin pesta pernikahan, maka akan muncul kasus baru virus corona sehingga kembali ke zona merah lagi. 

"Meskipun maklumat Kapolri telah dicabut, tentu kami akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya soal konsep dan mekanisme yang akan dipatuhi masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan," ujarnya.

Bustam Bustomo mengatakan jika masyarakat kembali diperbolehkan menggelar pesta pernikahan, maka harus memenuhi protokol kesehatan. Penyelenggara hajatan wajib menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, alat pengecek suhu tubuh, tamu terapkan jaga jarak atau physical distancing, jumlah tamu dibatasi dan upayakan tidak menyiapkan makanan prasmanan, tapi cukup nasi kotak.

Jika acara pesta pernikahan menyiapkan prasmanan, dikhawatirkan akan terjadi kerumunan banyak orang, sehingga rentan terjadi penularan virus corona di pesta tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com