Kerusuhan Pembagian BST di Madina, 13 Orang Ditangkap

Kerusuhan Pembagian BST di Madina, 13 Orang Ditangkap
Ilustrasi kerusuhan. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / JEM Minggu, 5 Juli 2020 | 12:44 WIB

Madina, Beritasatu.com - Aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku kerusuhan yang membakar dua unit mobil, satu sepeda motor dan melukai 6 orang polisi saat kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/6/2020).

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut Kombes Pol Abu Bakar Tertusi melalui Komandan Batalyon (Danyon) C Kompol Buala Zega menyampaikan, sudah 13 orang warga yang diamankan setelah kembali ke kampung halamannya di Desa Mompang Julu. Sebelumnya mereka kabur dengan memasuki hutan pascakerusuhan.

"Mereka yang diamankan itu antara lain, Afrizal Nasution, Ahmad Suhdi Nasution, M Hasan Lubis, Zulhendri Nasution, Imam Basari Nasution, Efrizal Matondang, Rahmad Nasution dan M Faisal Nasution, Aripin alias Ipin dan Makhrifa. Seluruhnya masih menjalani pemeriksaan," ujar Buala Zega, Minggu (5/7/2020).

Seperti diberitakan, aksi kerusuhan massa dilatarbelakangi ketidakpuasan warga atas pembagian bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat sebesar Rp 600.000 per bulan per keluarga. Warga menilai kepala desa setempat tidak transparan dalam menetapkan kriteria mereka yang berhak mendapat bantuan tersebut.

Buala Zega mengatakan, pengejaran terhadap pelaku kerusuhan lainnya masih terus dilakukan. Petugas juga mengawasi pintu masuk dan keluar di desa tersebut. Sehingga, mereka yang terlibat kerusuhan tidak bisa melarikan diri dengan keluar dari desa. Selain itu, pengamanan ekstra ketat juga dilakukan di sekitar jalinsum.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Madina, Ajun Komisaris Besar Polisi Horas Tua Silalahi mengungkan, pascakerusuhan seluruh laki - laki di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, melarikan diri ke dalam kawasan hutan. Lokasi hutan ini berada tidak jauh dari tempat tinggal warga.

"Setelah terjadinya pembakaran mobil, yang salah satunya milik Wakapolres Madina, Kompol Elizama Zaluku, mereka yang terlibat kerusuhan kabur ke dalam hutan. Ini diketahui saat petugas kita hendak mengamankan para pelaku dari rumahnya masing - masing. Tidak ada satupun laki - laki yang berada di dalam rumah di Desa Mompang Julu," ungkapnya.

Horas Tua mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap warga yang diamankan tersebut. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya, termasuk provokator kerusuhan. Proses hukum atas penanganan kasus ini tetap dilanjutkan.

"Kami sudah mengantongi identitas dari pelaku kerusuhan tersebut. Saya memastikan tidak ada kekerasan sebagai aksi balasan terhadap pelaku kerusuhan yang menyerahkan diri tersebut. Proses hukum ini tetap dilakukan secara profesional tanpa adanya kekerasan. Karena itu, mereka yang terlibat dan masih melarikan diri supaya menyerahkan diri," sebutnya.  



Sumber: BeritaSatu.com