UTBK SBMPTN di Medan Utamakan Protokol Kesehatan

UTBK SBMPTN di Medan Utamakan Protokol Kesehatan
Sejumlah peserta antre dengan jarak sebelum mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahap 1 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). (Foto: ANTARA FOTO / Raisan Al Farisi)
Arnold H Sianturi / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 13:25 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Medan (Unimed), Minggu (5/7/2020), mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Rektor Unimed, Syamsul Gultom menyampaikan, pengawasan dalam ujian dilakukan dengan ketat. Bahkan, panitia ujian maupun peserta yang mengikuti ujian itu menggunakan masker,  dan menjaga jarak guna menghindari penularan Covid-19.

"Kita menyiapkan 678 pengawas dengan usia maksimal 45 tahun untuk mengawasi ujian. Jumlah peserta yang mengikuti ujian masuk ke Unimed ini sebanyak 13.955 orang dengan rincian reguler 10.350 orang dan KIP 3.605 orang, dengan materi ujian tes potensi skolastik," ujar Syamsul Gultom.

Syamsul mengatakan, jarak bangku untuk peserta yang mengikuti ujian itu sekitar satu meter. Peserta diatur agar tidak berlalu lalang di dalam ruangan. Sebelum memasuki ruang ujian, para peserta yang menggunakan masker diwajibkan terlebih dahulu mencuci tangan di tempat yang disediakan.

"Suhu tubuh peserta ujian juga diperiksa terlebih dahulu, termasuk petugas yang melakukan pengawasan selama ujian berlangsung. Ruangan ujian juga sudah disterilkan sebelum ujian dengan disemprot disinfektan. Di dalam ruangan juga disediakan hand sanitizer," katanya.

Menurutnya, ada 587 peserta dari luar Sumut yang berasal dari 19 provinsi termasuk dari Malaysia, mengikuti seleksi tersebut. Untuk di Unimed sendiri menyiapkan kuota 3.549 orang untuk 51 program studi di tahun ini.



Sumber: BeritaSatu.com