Selama 6 Bulan, Polda Bengkulu Amankan 63 Tersangka Kasus Narkoba

Selama 6 Bulan, Polda Bengkulu Amankan 63 Tersangka Kasus Narkoba
Ilustrasi Narkoba (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Usmin / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 15:02 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Narkoba, Kepolisian Daerah (Ditserse Natkoba Polda) Bengkulu, selama enam bulan, sejak Januari sampai Juni 2020 ini, telah berhasil menangkap sebanyak 63 orang tersangka penyalahgunaan berbagai jenis narkotika di daerah ini.

"Selama semester pertama tahun 2020, kita sudah menerbitkan sebanyak enam laporan dengan jumlah tersangka 63 orang. Ini membuktikan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba di Bengkulu, masih tinggi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Bengkulu, Kombes Pol Roh Hadi, di Bengkulu, Minggu (5/7/2020).

Dijelaskan, dari 63 tersangka pelaku kejahatan narkoba tersebut, 13 orang di antaranya masih dalam proses penyidikan di Polda Bengkulu. Sedangkan 50 tersangka lainnya masih dalam proses persidangan dan telah menjalani masa hukuman di lapas dan rutan di Bengkulu.

Para tersangka ini telah melakukan penyalahgunaan narkoba jenis tembako gorila, ganja kering, dan sabu, serta pil ektasi. Dari sejumlah jenis narkotika itu, terbanyak kasus penggunaan sabu.

Sedangkan status para tersangka bervariasi ada yang sebagai pengguna atau pemakai, pengedar dan bandar narkoba kelas kecil di Bengkulu. "Yang jelas, apa pun statusnya mereka tetap dihukum karena dilarang mengonsumsi, menjual, dan mengadakan barang haram tersebut," ujarnya.

Kombes Pol Roh Hadi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu kepolisian dalam mengungkapkan kejahatan narkoba di daerah ini. Beberapa kasus narkoba yang berhasil diungkap Polda Bengkulu, berawal informasi dari masyarakat yang disampaikan ke polisi.

Karena itu, pihaknya sangat mengharapkan partisipasi dari masyarakat Bengkulu, untuk memberantas penyalahgunaan narkotika di daerah ini. Tanpa ada dukungan yang baik dari masyarakat pihaknya tidak bisa mengungkap kasus narkoba dengan cepat dan tepat.

"Jadi, kita sangat mengharapkan kedepan masyarakat cepat melaporkan ke polisi bila melihat ada transaksi narkoba di sekitar tempat tinggalnya. Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kita sikapi dengan cepat," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com