Polri Akui Salah Tembak, Pengacara Korban: Selanjutnya Apa?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polri Akui Salah Tembak, Pengacara Korban: Selanjutnya Apa?

Minggu, 5 Juli 2020 | 18:15 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusutan dugaan salah tembak dengan korban warga Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) bernama Qidam Al Fariski Mofance masih jalan di tempat. Pengacara keluarga korban mengatakan belum ada keadilan yang diterima keluarga korban atas meninggalnya pemuda 20 tahun itu.

“Sampai sekarang kasus Qidam jalan di tempat. Tak ada kemajuan sejak kita laporkan tiga bulan lalu. Menurut penyidik Polda Sulteng kasus ini diambi oleh Mabes Polri sementara dari Mabes juga tak ada penjelasan. Ini tak masuk di akal,” kata anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Sulteng Andi Akbar saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020).

Padahal, masih kata Akbar, sudah jelas Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto telah meralat pernyataannya. Didik mengatakan korban tak termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pelaku tindak pidana teroris Poso yang selama ini sudah beredar.

“Mohon maaf apabila klarifikasi yang disampaikan melalui media ini terkesan terlambat,” kata Didik, Jumat (26/6/2020) lalu. Didik awalnya memang menyebut korban memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Atas hal tersebut, Akbar mempertanyakan kelanjutan sikap Polri tentang kasus ini.

“Kabid Humas sudah menyatakan demikian, itu pun setelah kami melaporkannya karena ia awalnya menyebut Qidam ditembak karena ia teroris. Lalu jika almarhum bukan teroris, mengapa korban ditembak? Siapa pelakunya?” ujarnya.

Semakin lama kasus ini didiamkan, masih kata Akbar, semakin menunjukkan tidak adanya itikad baik dari kepolisian.

Ia mengingatkan jika kasus pembunuhan adalah delik umum, tanpa ada laporan pun seharusnya tetap diusut demi keadilan dan penegakan hukum.

”Kami segera berkunjung ke Jakarta untuk mencari kejelasan. Kami akan ke Mabes Polri, ke Kontras, ke YLBHI, dan Komnas HAM. Ini supaya segera clear dan ada yang bertanggungjawab,” urainya.

Sebelumnya diberitakan Qidam tewas setelah ditembak saat melintas di belakang Polsek Poso Pesisir Utara pada Kamis, 9 April 2020. Di tubuhnya ditemukan luka tusuk dan sayatan. Saat kejadian ia membawa ransel berisi baju, dan menurut informasi yang dihimpun saat itu ia kabur dari rumah karena masalah internal keluarga.

Menurut keterangan pihak keluarga, semasa hidupnya almarhum bekerja serabutan di salah satu SPBU di Poso dan sebagai buruh bangunan.

Di sisi lain, Polda Sulteng mengaku kasus ini sudah ditangani Oleh Div Propam Mabes Polri dan KorBrimob Polri. Namun dua juru bicara Polri Irjen Argo Yuwono dan Brigjen Awi Setiyono belum merespon saat ditanya Beritasatu.com secara terpisah terkait perkembangan isu panas ini.

Padahal kematian Qidam kini jadi isu di ibu kota. Kematiannya bahkan menarik perhatian hingga Pengurus Pusat Muhammadiyah. Organisasi besar ini menyurati Kapolri Jenderal Idham Azis terkait tewasnya Qidam yang di nilai tak wajar.

Diduga ia merupakan korban salah sasaran satuan tugas Tinombala yang memang fokus mengejar kelompk Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Ali Kalora di pegunungan Poso, Sulteng. Saat ini ada 13 terduga teroris yang masuk dalam DPO.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Askrindo Mitra Utama

Kejagung menetapkan dua mantan petinggi PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan anggaran tahun 2016-2020.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Airlangga di Konferensi PresUniv: Mahasiswa Berpeluang Besar dalam Bisnis Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan mahasiwa memiliki peluang besar dalam bisnis digital.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Keduanya, langsung ditahan untuk mempermudah proses penyidikan lebih lanjut.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Akibat Hujan Lebat di Akhir 2021 dan Awal 2022

BMKG mengingatkan mulai November 2021 hingga Januari dan Februari 2022, adalah masa-masa tingginya curah hujan yang berpotensi besar memicu bencana alam.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Obligor Klaim Tidak Punya Utang, Satgas BLBI Akan Tempuh Jalur Hukum

Satgas BLBI akan menempuh jalur hukum bila ada obligor mengeklaim tidak punya utang, namun tim satgas mengantongi bukti.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Satgas BLBI Setor Rp 2,4 Miliar dan US$ 7,6 Juta Hasil Hak Tagih ke Kas Negara

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, tim Satgas BLBI telah menyetorkan hasil penagihan dana BLBI sekitar Rp 2,4 miliar dan US$ 7,6 juta ke kas negara.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Reisa: Pembelajaran Tatap Muka Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, PTM terbatas dilaksanakan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Polri Waspadai Transaksi Crypto untuk Peredaran Narkoba

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan peredaran narkoba di Indonesia, bahkan ada kecenderungan meningkat.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

KPK Cegah Bupati Hulu Sungai Utara Bepergian ke Luar Negeri

KPK meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencegah Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus suap proyek.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Jengkel Jadi Khilaf, Alasan Eks Kapolres Nunukan Hajar Anak Buahnya

Mantan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya lantaran emosi dan khilaf.

NASIONAL | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Upah Minimum


# Anies Baswedan


# Timnas U-23


# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta



TERKINI
Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 27 Oktober 2021

Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 27 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings