Apel Siaga PA 212 Libatkan Anak-anak, KPAI Minta Penegak Hukum Beri Sanksi Tegas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apel Siaga PA 212 Libatkan Anak-anak, KPAI Minta Penegak Hukum Beri Sanksi Tegas

Minggu, 5 Juli 2020 | 19:09 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan masih dilibatkannya anak-anak dalam aksi masa apel siaga yang dilakukan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dengan tajuk 'Ganyang Komunis' di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (5/7/2020). Aksi yang sama juga terlihat di wilayah Tangerang.

Pemantauan KPAI anak-anak mulai dari bayi, anak kecil, hingga remaja terlibat dalam aksi di tengah pandemi Covid-19 di wilayah zona merah, yakni DKI Jakarta dan Tangerang.

Menurut Komisioner KPAI, Jasra Putra dari ribuan peserta yang hadir pada aksi massa di dua lokasi itu, 15 sampai 20 persen peserta apel akbar adalah anak-anak. "Artinya sudah kesekian kali anak-anak terlibat aksi tanpa sanksi yang tegas," kata Jasra Putra dalam keterangannya, Minggu (15/7/2020).

Jasra juga menyayangkan keberadaan panitia, orator, dan tokoh acara yang berada dalam keteduhan panggung, sedangkan anak anak dalam terik panas.

Lebih lanjut, pihaknya menilai situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta harusnya dipatuhi peserta aksi. Apalagi, data anak yang positif Covid-19 per 16 Juni 2020 telah mencapai 3.155 anak dengan rincian umum 0-5 tahun ada 888 anak, dan 2267 di usia 6-17 tahun.

Pemandangan di lapangan juga memperlihatkan ada orang tua yang bermasker, dan ada yang tidak. Begitupun balita, ada yang bermasker dan tidak.

Bukan hanya itu, dalam aksi massa, ujaran dan perkataan keras terlontar bahkan mengarah kepada kebencian sesama. Hal ini tentu memberi dampak buruk kepada perkembangan jiwa anak-anak ke depan.

"Apalagi kalau terus tumbuh subur di komunitasnya atau aksi-aksi berikutnya, tanpa penjelasan dan pendampingan. Seperti kata menghalalkan sembelih orang, sembelih komunis, menjadi kata terbanyak yang disampaikan pada aksi tersebut. Sehingga paparan kekerasan dalam bentuk verbal tak terhindarkan ditelan anak mentah-mentah," bebernya.

Berdasarkan catatan pihaknya, pada aksi PA 212 sebelumnya, anak-anak juga terlihat merokok dan berbagi hisapan rokok. Dan kejadian yang sama kembali terjadi. "Kejadian yang sama dalam aksi saat ini, anak-anak juga merokok dan berbagi hisapan," kata Jasra.

Secara keseluruhan, pihaknya menyayangkan aksi PA 212 masih terus membiarkan anak-anak terlibat dalam aksi mereka. "Pihaknya berharap para penegak aturan perlindungan anak dapat memberi sanksi tegas, agar dampak risiko, ancaman jiwa masa depan anak-anak Indonesia dapat diselamatkan sejak dini,"ujar Jasra.

KPAI juga meminta anak-anak tidak terus-menerus diikutkan aksi massa, unjuk rasa, dan kampanye politik. "Karena pengalaman buruk yang seharusnya tidak boleh diulang bangsa ini," pungkas Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak itu.

Untuk diketahui, Korps Wanita Indonesia (Kowani) sudah melaporkan kejadian pelibatan anak ke KPAI dalam aksi tolak RUU HIP, di depan Gedung DPR pada Rabu (26/6/2020). Kelompok yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) itu beranggotakan di antaranya adalah PA 212, bekas ormas Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa Kabur Keluarga di Medan

Jenazah pasien Covid-19 dibawa kabur pihak keluarga setelah diturunkan dari mobil ambulans di RSUP Pringadi Medan.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Pengunjung Berdatangan, Destinasi Wisata di Sumut Mulai Menggeliat

Wisatawan berdatangan dengan mengendarai mobil pribadi, sepedamotor dan angkutan umum.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Ruang Isolasi Covid-19 di DIY Hanya dipakai 69 Pasien

JUmlah tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di DI Yogyakarta mencapai 323, sedangkan pasien yang masih dirawat b69.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Polri Akui Salah Tembak, Pengacara Korban: Selanjutnya Apa?

Qidam tewas ditembak polisi, dan belakangan Polri mengakui dia bukan tersangka teroris dan hanya korban salah tembak.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Menko Polhukam dan BUMN Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyalurkan berbagai kebutuhan untuk mendukung upaya penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

NASIONAL | 5 Juli 2020

KM Kasih 25 Tujuan Rote Tenggelam di Selat Pukuafu

Kapal Motor (KM) Kasih 25 tenggelam di Selat Pukuafu antara Kupang dan Pulau Rote, Minggu (5/7/2020) sekitar pukul 14.05 Wita.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Perempuan Terduka Teroris Ditangkap di Semarang

Seorang perempuan terduga teroris berhasil diamankan Densus 88 Antiteror di sebuah rumah di kampung Purwosari Perbalan, Semarang Utara.

NASIONAL | 5 Juli 2020

UTBK SBMPTN di Unib Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Pelaksanaan UTBK SBMPTN di Universitas Bengkulu (Unib), dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Eks Dirut Perum Perindo Mulai Jalani Hukuman di Lapas Sukamiskin

Jaksa KPK mengeksekusi mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Risyanto Suanda ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Polri Kekurangan 270.000 Personel, Termasuk 95.000 Perwira

Polri masih kekurangan 270.068 personel jika personel yang ada saat ini dibandingkan dengan daftar susunan personel (DSP) yang dirancang.

NASIONAL | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS