KPK 'Tertarik' dengan Data Dugaan Korupsi di BUMN

KPK 'Tertarik' dengan Data Dugaan Korupsi di BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat bersama di ruang Pansus Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Fana Suparman / YUD Minggu, 5 Juli 2020 | 21:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengaku 'tertarik' dengan data-data dugaan korupsi di BUMN yang dimiliki Menteri BUMN, Erick Thohir. Hal ini disampaikan Nawawi menanggapi pernyataan Erick sebelumnya yang menyebut telah menemukan 53 kasus korupsi di BUMN yang berpotensi untuk merugikan negara.

"Saya jadi tertarik untuk 'meminta' data tersebut dari beliau, Mungkin luput dari pantauan dan monitoring KPK," kata Nawawi kepada awak media, Minggu (5/7/2020).

Nawawi mengatakan tak hanya sekali Erick mengungkap dugaan praktik korupsi di kementerian yang dipimpinnya. Erick Thohir sebelumnya buka-bukaan soal adanya mafia alat kesehatan. Nawawi meminta Erick tak hanya berkomentar mengenai dugaan korupsi tersebut. Untuk itu, Nawawi meminta Erick melaporkan dan menyerahkan data-data soal puluhan perusahaan pelat merah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada KPK.

"Beliau kan tahu alamat kantor KPK. Malahan tercatat sudah sampai dua kali berkunjung ke kantor KPK dan kami juga sudah pernah courtesy call ke kantornya," kata Nawawi.

Bahkan, kata Nawawi, KPK siap menjemput bola untuk memperoleh data-data yang dimiliki Erick Thohir tersebut.
"Atau jika perlu, KPK yang akan datang menjemput data-data kasus korupsi yang dimiliki Pak Erick," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com