Mendikbud: Pendidikan Terbaik Datang dari Orang Tua

Mendikbud: Pendidikan Terbaik Datang dari Orang Tua
Nadiem Makarim. (Foto: Antara / Rivan Awal Lingga)
Dina Fitri Anisa / IDS Minggu, 5 Juli 2020 | 23:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di balik sistem pendidikan dan kurikulum yang sangat mendukung tumbuh kembang anak sehingga segala potensinya terasah dan terungkap, peranan orang tua juga sangat kuat. Hal ini yang selalu menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

“Mau pendidikan sehebat apa pun di sekolah atau guru sehebat apa pun, itu tidak akan pernah mensubstitusi waktu orang tua dengan anak. Jadi saat ini saya menyadari sesuatu, yang terpenting dari orang tua untuk anak bukanlah mainan atau uang, tetapi waktu,” terangnya saat menjadi tamu dalam program BeritasatuTV bertajuk “Apa Adanya”, Jumat (2/7/2020).

Waktu berkualitas bersama buah hati menjadi kegiatan terpenting orang tua selama di rumah. Terlebih di masa pandemi yang sedang melanda dunia saat ini. Anak-anak pun terpaksa harus melangsungkan pendidikan jarak jauh (PJJ) dari rumah.

Ia mengatakan, saat ini orang tua lah yang mempunyai banyak kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan putra-putrinya. Tidak hanya sebagai guru di rumah, tetapi juga sebagai fasilitator dan juga motivator nomor satu untuk anak-anaknya.

“Saat ini kan bukan situasi normal. Walaupun tidak semua orang tua punya kapabilitas untuk bekerja dari rumah, tetapi pada saat pulang, mereka harus tetap bisa berinteraksi dengan anak. Menurut saya, semua orang tua harus mengubah paradigmanya mengenai apa peran dia di dalam pendidikan anaknya,” tuturnya.

Menteri termuda di Indonesia ini pun mengaku, tugas mulia yang diberikan oleh negara ini membuka wawasannya lebih dalam tentang arti pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, sesibuk apa pun hari yang dijalani, ia hampir tidak pernah melewati waktu untuk melakukan interaksi dengan buah hatinya.

Selain untuk memantau perkembangan anak-anaknya yang masih berada di usia balita, hal itu juga Nadiem lakukan untuk melakukan riset dan eksperimen, sebelum ia memberikan pengarahan dan masukan untuk membangun sistem pendidikan untuk anak-anak Indonesia.

“Saya harus tetap ada waktu. Bagaimana saya bisa menjaga masa depan anak-anak Indonesia saat diberikan mandat seperti itu, tetapi saya gagal dengan anak-anak saya sendiri? Saya tidak bisa menerima itu sebagai seorang ayah. Saya tidak akan bisa menyebut dan memberikan masukan jika saya sendiri tidak melakukan eksperimen dengan anak-anak sendiri di rumah,” jelasnya.

Dongeng

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh pria berusia 35 tahun ini bersama anak-anaknya adalah membacakan dongeng. Menurutnya, ini perlu dilakukan karena mendongeng dapat menciptakan semangat membaca dan bercerita bagi anak-anak.

Selain itu, kisah yang dibangun dalam cerita dongeng juga dapat menciptakan imajinasi dan melatih kreativitas anak.
Buku-buku dongeng yang ia bacakan pun sangat beragam jenisnya. Mulai dari dongeng kisah legenda rakyat Indonesia seperti Timun Mas hingga cerita-cerita menarik dari Disney seperti Moana.

“Banyak riset dari ilmuwan yang mengatakan bahwa saat anak kita masih kecil dan tumbuh, tidak ada yang memformasi otak dia dan kemampuan emosi dia daripada waktu berkualitas dengan orang tuanya. Ayah dan ibu, keduanya harus berpartisipasi. Kalau mau membicarakan pendidikan, dasar yang terpenting itu bukan sekolah, tetapi peran orang tua,” tegas suami dari Franka Franklin ini.



Sumber: BeritaSatu.com