Jatim Kembali Tembus Angka Tertinggi Kasus Positif Covid-19

Jatim Kembali Tembus Angka Tertinggi Kasus Positif Covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)
Dina Fitri Anisa / FMB Minggu, 5 Juli 2020 | 22:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kembali mencatat rekor, kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur mencapai angka 552 kasus baru dalam sehari pada, Minggu (5/7/2020), sehingga jumlahnya menjadi 14.013 kasus. Rekor sebelumnya terjadi pada Sabtu (4/7/2020) dengan penambahan kasus mencapai 413 orang di provinsi tersebut.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto angka tersebut didapat dari pemeriksaan 21.054 spesimen yang dites pada hari tersebut. Dengan demikian total spesimen yang telah diuji laboratorium di Indonesia sebanyak 915.482 hingga saat ini. Ia mengatakan, pemeriksaan spesimen menggunakan real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Baca juga: Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tertinggi

Merujuk pada data milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah yang berada di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini melampaui jumlah kasus positif di DKI Jakarta, yang totalnya mencapai 12.435 kasus. Adapun jumlah kesembuhan mencapai 154, dengan total kematian di Jawa Timur totalnya mencapai 1.020.

Beberapa wilayah dengan risiko tinggi di Jawa Timur antara lain Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Pasuruan, Mojokerto, Lamongan, Jombang, Tuban, Kota Batu, Kediri, Pamekasan dan Kota Pasuruan.

Sedangkan secara nasional, kasus positif di Indonesia bertambah 1.607. Sehingga, totalnya menjadi 63.749 kasus positif. Selain itu, dirinya juga menuturkan bahwa sekitar 39.928 orang dalam pemantauan (ODP) yang diduga punya kontak dekat dengan kasus positif masih dipantau secara ketat. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) angkanya pun masih tinggi, yaitu sebanyak 13.767 orang.

"Gambaran-gambaran ini meyakinkan kita bahwa aktivitas yang dilaksanakan untuk mencapai produktivitas kembali di beberapa daerah masih berisiko, disebabkan ketidakdisiplinan protokol kesehatan," jelasnya dalam konferensi pers daring di Youtube BNPB, Minggu (5/7/2020).

Dalam menanggulangi pasien yang sakit dan membutuhkan perawatan, ia mengatakan bahwa ruang tidur untuk isolasi pasien Covid-19 masih tersedia cukup banyak. Menurutnya, kapasitas tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 secara nasional baru terisi 53,39 persen.

Bed occupancy ratio atau tingkat hunian tempat tidur isolasi secara nasional baru terisi 53,39 persen. Artinya kurang lebih masih ada separuh yang belum terisi,” terang Yuri.

Dirinya mencontohkan, untuk tingkat hunian tempat tidur di daerah paling tinggi penyebaran Covid-19, yaitu Jawa Timur hingga saat ini terisi 4.214 dari 5.837 kapasitas yang disediakan. Menurut Yuri, angka tersebut memperlihatkan bahwa ketersediaan tempat tidur isolasi dirasa cukup.

Kondisi itu juga dinilai membuat masyarakat tidak perlu pesimistis dalam penanganan terhadap pandemi Covid-19. Namun tetap harus memperhatikan angkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 setiap saat.

“Kita tidak ada ruang untuk merasa pesimis dalam penanganan ini, namun mutlak masih diperlukaan upaya keras dari semua pihak, semua masyarakat, untuk memutus rantai penularan ini,” tuturnya. 



Sumber: BeritaSatu.com