2 Anak Ikut Jadi Tersangka Kerusuhan Madina

2 Anak Ikut Jadi Tersangka Kerusuhan Madina
Ilustrasi kerusuhan. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / AB Senin, 6 Juli 2020 | 12:30 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Resort Mandailing Natal (Polres Madina) menetapkan 17 orang sebagai tersangka, termasuk dua anak dan provokator, dalam kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Madina, Sumatera Utara (Sumut) yang terjadi pada Senin (29/6/2020).

Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi menyampaikan, seluruh tersangka yang ditahan itu terlibat dalam pembakaran dua unit mobil, satu sepedamotor dan terkait dalam pelemparan batu, sehingga melukai enam orang polisi.

"Dari 17 orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut, sebanyak dua orang di antaranya merupakan anak di bawah umur dan seorang lagi adalah wanita. Seluruhnya masih diperiksa penyidik," ujar Horas Tua Silalahi, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Madina Rusuh, Pasukan TNI dan Brimob Siaga

Kapolres memaparkan identitas tersangka dalam kerusuhan Madina berinisial RH, KA, AH, EM, A, AS, MH, MAN, MF, M, A, A, ERN dan MAH. Kemudian, anak di bawah umur beriniaial IA dan RN serta seorang wanita dewasa berinsial TA.

Namun, kapolres tidak menyebutkan identitas provokator kerusuhan itu. Alasannya, pemeriksaan masih sedang dilakukan.

"Seluruh tersangka diperiksa untuk mengungkap keterlibatan pihak lain saat terjadinya kerusuhan. Sehingga belum dapat dipastikan jumlah tersangka akan bertambah atau tidak. Penyidik kita masih melakukan pendalaman," katanya.

Kapolres menyebutkan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Desa Mompan Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, sudah kembali normal. Meski demikian, aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan pengamanan.

"Kita juga mengedukasi masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan polisi yan melakukan pengamanan. Kita hanya memproses warga yang terlibat melakukan kerusuhan. Tindakan itu merupakan pelanggaran hukum," sebutnya.

Baca juga: Tiga Orang Ditangkap, Warga Madina Kembali Blokir Jalinsum 

Adapun enam polisi yang terluka akibat terkena lemparan batu adalah AKP J Hutajulu mengalami luka robek di kaki sebelah kanan, Aipda AB Siagian mengalami luka memar di kaki, dan Bripda WA Putra mengalami luka di bahu kiri.

Korban luka lainnya, Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri. Briptu Muhammad Arif, dan Bripka H Sitorus mengalami luka di bagian kepala. Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. 



Sumber: BeritaSatu.com