Covid-19, Karnaval Internasional Perayaan HUT Ke-75 RI Dibatalkan

Covid-19, Karnaval Internasional Perayaan HUT Ke-75 RI Dibatalkan
Joko Widodo dan Pratikno. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 6 Juli 2020 | 13:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) yang sedianya dirayakan secara besar-besar dan megah, diputuskan akan dilangsungkan secara sederhana. Hal itu menyusul masih merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Salah satu acara besar yang dibatalkan adalah karnaval internasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan persiapan perayaan HUT ke-75 RI sudah disiapkan sejak November 2019. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perayaan harus dilakukan secara besar-besaran.

“Pada akhir tahun lalu, Presiden memanggil saya dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), pada November tahun lalu, untuk merancang peringatan HUT ke-75 RI secara besar-besaran,” kata Pratikno dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin (6/7/2020).

Perayaan HUT ke-75 RI secara besar-besaran, diungkapkan Pratikno, untuk menunjukkan Indonesia adalah negara yang besar dan kokoh, baik secara ekonomi, sosial, budaya dan politik. Karena itu, pemerintah sudah merancang sebuah acara yang melibatkan masyarakat internasional, antara lain pawai atau karnaval. Dalam pawai itu, pemerintah sudah mendapatkan komitmen belasan negara untuk terlibat di dalamnya.

“Jadi sebetulnya HUT ke-75 ini rencananya kita akan laksanakan secara besar-besaran. Sebab kita negara besar tidak boleh kalah dengan negara besar lainnya,” ujar Pratikno.

Namun, lanjut Pratikno, pandemi Covid-19 mengubah semua rencana persiapan perayaan HUT ke-75 RI. Perubahan acara itu membuat semua pihak harus bekerja keras untuk menyesuaikan acara-acara yang sudah dipersiapkan sejak awal. “Termasuk karnaval internasional kita batalkan,” tukasnya.

Kendati perlu ada penyesuaian dalam perayaan HUT ke-75 RI ini, Pratikno menegaskan pelaksanaan perayaan tersebut harus tetap berjalan dengan khidmat dan tetap dengan rasa mensyukuri kenikmatan kemerdekaan.

“Tetap harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar dan kokoh secara ekonomi, sosial, budaya dan politik. Namun kita lakukan secara sederhana, dengan kemeriahan yang tetap, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, dengan kreativitas dan inovasi juga tetap. Hanya saja sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Karena itu nanti akan banyak aktivitas yang sifatnya virtual,” terang Pratikno.



Sumber: BeritaSatu.com