Covid-19 Membuat Pendaftar Haji Turun

Covid-19 Membuat Pendaftar Haji Turun
Jemaah calon haji. (Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
Markus Junianto Sihaloho / WBP Senin, 6 Juli 2020 | 13:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) telah menghasilkan tantangan berat dalam industri haji dan umrah di Indonesia. Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan pembatalan haji makin meningkat.

"Pertama adalah meningkatnya pembatalan haji. Kedua, berkurangnya jumlah pendaftar baru bahkan turun sampai 50 persen," kata Anggito dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Batal Naik Haji, 58 Jemaah Proses Pengembalian Setoran Pelunasan

Meski ada potensi kenaikan dana kelolaan, tapi ada juga potensi penurunan dana karena jemaah haji baru yang mendaftar itu kurang 50 persen dari kondisi normal akibat Covid-19. Masalah lainnya adalah suku bunga Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), yang selama ini menjadi acuan bagi hasil dari bank penerima setoran. Selain itu, fluktuasi imbal hasil surat berharga atau sukuk. "Mengakibatkan kecenderungan penurunan nilai manfaat kita di tahun ini," imbuhnya.

Ketiga, dampak kebijakan pemerintah Arab Saudi mengenai haji 2020 dan keputusan Menteri Agama. Dijelaskan Anggito, keputusan Menag itu ada empat hal. Pertama, nilai manfaat sekarang untuk haji tahun-tahun mendatang. Kedua, BPKH menerima dana pelunasan jemaah yang tidak berangkat dan dapat dikelola BPKH.

"Jadi sekitar Rp 2,3 triliun memang ada di pengelolaan BPKH dan diberikan kesempatan bagi jemaah haji apakah tetap menyimpan uang di BPKH atau menarik dana setoran lunas tersebut. Pilihan ada di jemaah. Yang mengendap mendapatkan nilai manfaat sesuai waktu pengendapan. Yang ditarik segera dikembalikan. Itu akan kami laksanakan dalam waktu yang telah dimandatkan dalam peraturan," bebernya.



Sumber: BeritaSatu.com