Hakim Ultimatum Djoko Tjandra Hadir di Sidang Peninjauan Kembali

Hakim Ultimatum Djoko Tjandra Hadir di Sidang Peninjauan Kembali
Ilustrasi Pengadilan (Foto: Istimewa)
Fana Suparman / CAR Senin, 6 Juli 2020 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Hakim Peninjauan Kembali (PK) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Nazar Effriadi mengultimatum terpidana dan buronan kasus perkara pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra untuk hadir dalam sidang pada Senin (20/7/2020).

Ultimatum ini dilayangkan lantaran Joko kembali mangkir dalam sidang pada Senin (6/7/2020) dengan alasan sakit. Alasan yang sama digunakan Djoko saat tidak hadir dalam sidang pada 29 Juni 2020.

“Ini kesempatan terakhir ya, kita tidak lagi menunggu-nunggu, (kalau) dua minggu tidak hadir lagi kapan selesainya. Sudah tiga kali diberikan kesempatan agar pemohon hadir,” kata Nazar di Ruang Sidang Utama PN Jaksel, Senin (6/7/2020).

Nazar mengingatkan Joko selaku pemohon PK wajib hadir dalam persidangan. Hal tersebut merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) 1/2012.

“Majelis sudah mengingatkan agar pemohon supaya hadir pada dua minggu yang akan datang, kalau tidak hadir, kita lihat dalam persidangan mendatang,” ujar Nazar.

Dalam persidangan, Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma mengatakan kliennya hingga kini masih sakit. Djoko Tjandra dikabarkan dirawat di salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Mohon izin Yang Mulia, sampai dengan saat ini pemohon PK atas nama Djoko Tjandra belum bisa hadir dengan alasan masih sakit, kita ada suratnya untuk pendukung,” kata Andi.

Diketahui, Djoko Tjandra mendaftarkan PK atas perkara yang menjeratnya ke PN Jaksel pada 8 Juni 2020. Langkah Djoko mengajukan PK ini menuai polemik. Hal ini lantaran Djoko telah menjadi buronan sejak 2009 atau 11 tahun lalu.



Sumber: BeritaSatu.com