Komnas HAM Ikut Dalami Dugaan Salah Tembak di Poso

Komnas HAM Ikut Dalami Dugaan Salah Tembak di Poso
Mohammad Choirul Anam. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / CAH Senin, 6 Juli 2020 | 15:48 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com — Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) ikut melakukan pengusutan dugaan salah tembak warga Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) bernama Qidam Al Fariski Mofance. Hal ini dikatakan Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (6/7/2020).

“Kami ikut (menyelidiki). Sedang kami dalami” kata Anam. Mantan plt Direktur Eksekutif HRWG ini menambahkan bila hingga kini pihaknya belum menerima laporan tertulis terkait kasus ini.

Baca JugaDugaan Salah Tembak di Poso, Polisi: Sudah Ditangani

Seperti diberitakan Qidam tewas setelah ditembak saat melintas di belakang Polsek Poso Pesisir Utara pada Kamis 9 April 2020. Ditubuhnya ditemukan luka tusuk dan sayatan. Saat kejadian ia membawa ransel padahal itu berisi baju sebab ia kabur dari rumah.

Menurut keterangan pihak keluarga keseharian almarhum bekerja sebagai pengantri solar di salah satu SPBU di Poso. Ia juga bekerja sebagai buruh bangunan.

Baca JugaPolri Akui Salah Tembak, Pengacara Korban: Selanjutnya Apa?

Polda Sulteng mengaku kasus ini sudah ditangani Oleh Div Propam Mabes Polri dan KorBrimob Polri. Polda Sulteng juga sudah meralat jika Qidam bukan teroris yang dicari.

Namun dua juru bicara Polri Irjen Argo Yuwono dan Brigjen Awi Setiyono belum merespon saat ditanya Beritasatu.com
secara terpisah terkait perkembangan isu panas ini.

Kematian Qidam kini jadi isu di ibukota. Kematiannya bahkan menarik perhatian Pengurus Pusat Muhammadiyah. Organisasi besar ini menyurati Kapolri Jenderal Idham Azis terkait tewasnya Qidam yang dinilai tak wajar.

Diduga ia merupakan korban salah sasaran satuan tugas Tinombala yang memang fokus mengejar kelompk MIT yang dipimpin Ali Kalora Cs di pegunungan Poso, Sulteng. Saat ini ada 13 orang teroris yang masuk dalam DPO.



Sumber: BeritaSatu.com