Istana Tetap Gelar Upacara HUT Ke-75 RI dengan Peserta Terbatas

Istana Tetap Gelar Upacara HUT Ke-75 RI dengan Peserta Terbatas
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) menyapa tamu saat Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2018. (Foto: Antara / Puspa Perwitasari)
Lenny Tristia Tambun / CAH Senin, 6 Juli 2020 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan Istana Kepresidenan tetap menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2019 di Istana Merdeka.

Namun mengingat saat ini masih terjadi pandemi virus corona atau Covid-19, maka jumlah peserta upacara akan dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Upacara 17 di Istana Merdeka, bahwa upacara tetap dilaksanakan secara khidmat, tetapi dengan peserta yang terbatas. Semua komponen yang terlibat dalam upacara hadir disitu termasuk Paskibraka akan hadir, tapi dalam jumlah yang terbatas," kata Pratikno dalam konferensi pers yang digelar virtual di Kementerian Sekretariat Negara, Senin (6/7/2020).

Meski upacara akan dihadiri dengan jumlah peserta terbatas, Pratikno tetap mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif mengikuti upacara tersebut secara virtual.

"Ini tidak berarti kemudian partisipasi masyarakat terbatas. Kami harap sebagaimana edaran disampaikan seluruh rakyat Indonesia kami harap aktif terlibat upacara tersebut terutama secara virtual,” ujar Pratikno.

Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengatakan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) yang sedianya akan dirayakan secara besar-besaran dan megah, diputuskan akan dilangsungkan secara sederhana saja. Hal itu diakibatkan masih merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Salah satu acara besar yang dibatalkan adalah Karnaval Internasional.

Namun, lanjut Pratikno, karena ada pandemi Covid-19 di tanah air, merubah semua rencana persiapan perayaan HUT ke-75 RI. Perubahan acara itu membuat semua pihak harus bekerja keras untuk menyesuaikan acara-acara yang sudah dipersiapkan sejak awal. “Termasuk karnaval internasional kita batalkan,” tukas Pratikno.



Sumber: BeritaSatu.com