Kunjungi Petani Tangsel, Ria Dahlia: Pertanian Lahan Terbatas Sektor Strategis Hadapi Pandemi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Kunjungi Petani Tangsel, Ria Dahlia: Pertanian Lahan Terbatas Sektor Strategis Hadapi Pandemi

Senin, 6 Juli 2020 | 20:24 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Pertanian dan perikanan di lahan terbatas, bisa menjadi sektor strategis baru bagi masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 dan diikuti dengan krisis perekonomian. Selain mampu menyuplai dan menjaga ketersediaan bahan pangan, sektor ini juga mampu menjadi sumber penghasilan baru. Persoalannya, saat ini belum ada kebijakan yang signifikan dari pemerintah terkait sektor ini.

Ria Dahlia, aktivis perempuan yang juga bakal calon wali kota Tangerang Selatan mengungkapkan hal itu, saat melakukan kunjungan dan pertemuan dengan beberapa petani lahan sempit di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, (4/7/2020).

Dalam pertemuan yang dilakukan di sekitar lahan pertanian ini, beberapa petani yang hadir mengungkapkan dalam situasi pandemi Covid-19 ini, usaha bertani di lahan sempit cukup menguntungkan bagi mereka. Setidaknya, dengan bertani para petani mengaku bisa memiliki persediaan pangan sendiri dan menghasilkan uang untuk bertahan hidup.

Bu Muth, Pak Sana, Pak Taja, Pak Sodiq, Puji adalah warga Pamulang yang mulanya mulai bertani karena hobi. Pada saat pandemi, ternyata hasil pertanian ini mampu menjadi penghasilan baru di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Sebagian mereka bertani di lahan sendiri, dan sebagian bertani di lahan milik orang.

"Ada yang pemilik lahan yang menggunakan sistem gratis, tapi ada pula yang bagi hasil," kata Pak Sana dalam pertemuan itu.

Karena lahan yang digunakan terbatas, maka pola pertanian yang diterapkan dilakukan dengan menanam tanaman pangan yang usia pendek, memiliki nilai ekonomis dan tahan terhadap cuaca.

"Biasanya kami menanam sayuran atau singkong tela. Untuk sayuran, 25 hari bisa panen. Untuk singkong bisa 6 bulan," kata Pak Sana.

Namun, ada persoalan yang dihadapi para petani lahan terbatas ini. Yaitu, persoalan penjualan dan pengadaan pupuk. "Kalau panen, kami sulit menjualnya. Terpaksa harus ke tengkulak. Selain itu, harganya juga tidak stabil," katanya.

Pengadaan pupuk juga menjadi persoalan karena untuk mendapatkannya, harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. "Kadang kala antara pemesanan dan barangnya datang, waktunya lama sekali," kata Pak Sana.

Selain mengunjungi petani lahan terbatas di Pamulang, Ria Dahlia yang juga menjadi salah satu bakal calon wali kota Tangerang Selatan ini berkunjung ke petani Aquaponic yang melakukan pengembangan pertanian dan perikanan di lahan terbatas.

Petani yang berhasil mengembangkan pola ini adalah Ahmad Khoiruddin. Dalam kunjungan ke pengembangan pertanian dan perikanan Aquaponic, Khoiruddin menjelaskan bahwa konsep pertanian dan perikanan ini dikembangkan dalam satu lahan dan tanpa menggunakan bahan kimia.

"Kita kembangkan sayuran dengan cara tanam khusus dengan kotak ukuran 80 x 80 cm atau paralon besar yang disebut modul sebagai wadah untuk menanam berbagai jenis sayuran, lalu di bawahnya kita kembangkan perikanan," katanya.

Dengan pola ini, Khoiruddin mampu memanen sayuran sebagai hasil pertanian sekaligus memanen beberapa jenis ikan. Dengan pola ini, hasilnya cukup menguntungkan. Selain untuk konsumsi keluarga, hasilnya juga bisa dipasarkan dan menjadi sumber penghasilan.

Strategis

Dari kunjungan di dua lokasi ini, Ria Dahlia menegaskan bahwa pertanian dan perikanan di lahan terbatas bisa menjadi sektor strategis yang bisa dikembangkan dalam situasi pandemi dan situasi krisis yang bisa terjadi di masyarakat.

"Nilai yang paling strategis dari sektor ini adalah memperkuat masyarakat untuk mampu bertahan hidup dengan ketersediaan bahan pangan. Di samping juga bisa menjadi sumber penghasilan baru," katanya.

Persoalannya, ada sebagian petani yang memiliki modal kecil dan lahan yang dikelola terbatas. Sehingga, hasil yang dicapai kurang maksimal.

Karena itu, Ria Dahlia mengungkapkan bahwa saat ini harus dirancang program yang mampu mendukung ketahanan pangan dan kemampuan masyarakat petani untuk bertahan hidup. "Inilah yang akan saya perjuangkan," tegasnya.

Ketika ditanya bentuk konkret dari program yang akan ditawarkan, Ria Dahlia mengungkapkan, selain lahan ada program konkret yang sedang disusun untuk mendukung pertanian dan perikanan lahan terbatas ini.

Di antaranya, kata Ria Dahlia, memberikan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan tanaman produktif di lahan terbatas dengan masa tanam yang lebih pendek.

"Harapannya, agar hasil pertanian atau perikanannya lebih bagus dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi," katanya.

Selain itu, program lain yang juga penting untuk diperjuangkan adalah pengelolaan hasil pangan. Terutama, bagaimana meningkatkan hasil pemasaran pertanian dan perikanan ini secara maksimal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPTJDI Usulkan Motor sebagai Angkutan Umum

Legalisasi motor sebagai angkutan komersial penumpang atau barang dalam perubahan UU Nomor 22/2009 dinilai sangat penting.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Polri Tetapkan 73 Orang dan 2 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Polri mencatat selama periode 1 Januari sampai 5 Juli 2020 terdapat 68 laporan terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

NASIONAL | 6 Juli 2020

Fadel Sebut Daya Tahan Jadi Kunci Utama Adaptasi Normal Baru

Menurut Fadel, saat ini seharusnya pemerintah dan lembaga keuangan terkait bisa mendorong agar dana murah bisa disediakan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Satelit BMKG Pantau Ada 9 Titik Panas di Bengkulu

Titik panas tersebut diduga bukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tapi titik api akibat warga membakar lahan untuk membuka kebun baru.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Insiden Penembakan Dua Petani di Poso, Ini Penjelasan Polri

Dua petani Poso yakni Syarifuddin (37) dan Firman (18) ditembak saat sedang berada di kebunnya di wilayah pegunungan Gayatri, desa Maranda.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Ini Terobosan Pos Indonesia untuk Percepat Penyaluran BST

Salah satu terobosan oleh Pos Indonesia adalah mengantarkan langsung BST ke rumah KPM bagi mereka yang sakit maupun lansia.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Jimly: Substansi RUU HIP Bukan Haluan tetapi Implementasi Pancasila

Mantan ketua MK Jimly Asshiddiqie menjadi satu dari pakar dari eksternal yang diundang Komite I DPD soal RUU HIP.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Merapi Aktif Lagi, Ganjar Minta Digelar Simulasi Penanganan Pengungsi

Menurut Ganjar, simulasi yang juga penting digelar adalah penanganan pengungsi jika Gunung Merapi erupsi.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Juknis dan Juklak Permenkes Masalah Gizi Anak Harus Segera Dibuat

Menteri Kesehatan kabinet periode pertama Jokowi, Nila Moeloek, sudah menyiapkan kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan No 29/2019.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Istana Tetap Gelar Upacara HUT Ke-75 RI dengan Peserta Terbatas

Meski upacara HUT ke-75 RI dihadiri dengan jumlah peserta terbatas, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif mengikuti upacara tersebut secara virtual.

NASIONAL | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS