Terbebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi, Ety Bahagia Bisa Kembali ke Indonesia
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Terbebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi, Ety Bahagia Bisa Kembali ke Indonesia

Senin, 6 Juli 2020 | 20:45 WIB
Oleh : Chairul Fikri / RSAT

Tangerang, Beritasatu.com - Tak pernah terbayangkan di benak Ety Toyyib Anwar akan menjalani hukuman penjara selama 18 tahun dan terancam hukuman mati saat dirinya bekerja di Arab Saudi.

Ety salah satu Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat akhirnya bisa kembali ke Tanah Air pada Senin (6/7/2020), setelah mendekam di penjara Arab Saudi selama 18 tahun atas tuduhan pembunuhan majikannya. Untuk bisa bebas, Ety membayar diyat (denda/tebusan) sebesar Rp 15,5 miliar atau setara 4 juta Real.

Wanita setengah baya itu bisa kembali ke Indonesia atas bantuan anggota DPR dari fraksi PKB, lembaga LazisNU, dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebrie yang telah membayarkan diyat tersebut.

Berdasarkan pantauan tim Beritasatu.com, Ety yang mengenakan baju gamis berwarna hitam tampak sumringah saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten setelah menjalani perjalanan langsung dari Jeddah dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Arlines SV818.

Ety langsung disambut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah dan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid serta Kepala BP2MI, Benny Ramdhani. Hanya kata syukur yang diucapkannya saat Ety bertemu dengan sejumlah wartawan yang sejak siang menunggunya.

"Alhamdulillah, bahagia bisa kembali ke Indonesia. Siapa yang bahagia dikurung 18 tahun, saya rindu Indonesia. Alhamdulillah bebas dari segala-galanya, bebas dosa," ungkapnya singkat.

Ety sendiri menceritakan bahwa dirinya tak pernah merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya. Lantaran dirinya merasa tak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

"Saya enggak ngelakuin, tapi InsyaAllah besok lusa kapan ada jawabannya. Padahal majikan saya itu pergi ke Jeddah naik mobil sendiri, paginya sarapan sama istrinya, malamnya makan di restoran. Dan dia di Jeddah 2 minggu ke sana kemari, tapi karena kesalahan komunikasi, saya akhirnya dipenjara. Tapi saya enggak dendam itu kesesatan saya, enggak ada yang disalahkan," ungkap Ety.

Ety menjelaskan bahwa di dalam penjara dirinya banyak mengambil hikmah. Bahkan dirinya mengaku menjadi khafidzah lantaran dirinya kini menjadi hafal ayat-ayat suci Alquran.

"Saya sekarang jadi hafal Alquran dan hadist-hadist Nabi (Muhammad SAW,red). Bahkan saya pernah menjadi peringkat 4 di lomba Hafidz Quran antarnapi, baik napi pria ataupun napi wanita," tambahnya.

Ety mengaku kapok jadi TKW. "Ya saya hanya bisa mengucapkan terima kasih, atas dukungan semuanya baik dari bapak-bapak di FPKB DPR/MPR dan juga LazisNU yang mau membantu saya, juga Pemerintah dan Duta Besar Arab Saudi yang mau membantu saya lolos dari hukuman ini, serta Pemerintah Arab Saudi melalui Raja Salman yang memberikan saya kemudahan. Mudah-mudahan ada hikmahnya semuanya, saya cuma bisa berdoa dan menyampaikan itu saja," tuturnya.

Senang
Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah yang turut serta dalam penjemputan Ety mengaku senang bisa melihat ekspresi gembira sang pahlawan devisa setelah selama ini menjalani hukuman 18 tahun penjara akibat dugaan kesalahannya itu.

"Alhhamdulillah bu Etty bisa kembali ke Tanah Air, setelah beliau menjalani hukuman penjara selama 18 tahun. Saya sebagai perwakilan pemerintah mengucapkan terimakasih, dukungan partisipasi masyarakat terutama dari keluarga besar NU melalui Lazis NU, yang ikut membantu kebebasan Ety," ujar Ida Fauziyah.

Dikatakan kalau kasus ibu Ety ini sebenarnya hanya kesalahpahaman dan ketidak mengertian dia berbahasa Arab sehingga dia dituduh membunuh majikan dan dia akhirnya dipenjara.

Dahulu ini tidak pernah terungkap karena dahulu negara tidak melakukan pendampingan, namun setelah negara tahu, akhirnya negara memberikan bantuan advokasi sehingga beliau bisa bebas setelah membayar diyat. "Langkah ini akan diusahakan pemerintah untuk para tenaga migran yang saat ini tengah tersangkut kasus hukum di luar negeri," lanjutnya.

Sebagai perwakilan pemerintah, Ida Fauziyah pun berharap Ety bisa kembali ke rumahnya dan berkumpul bersama keluarganya.

"Saya lihat Ibu Ety ini orang yang sangat sabar dan tabah dalam menjalani hidup. Beliau justru keluar dari penjara malah semakin kuat keberagamaannya, hafal Quran dan hadist. Banyak keluar dalil Qurannya dan hadist, jadi ada hikmahnya beliau. Saya kira nanti akan dilakukan pendampingan jika dibutuhkan, karena di Kementerian Tenaga Kerja ada program program yang bagus kalau memang beliau berniat kewirausahaan, diharapkan akan bisa membantu bu Etty untuk kembali bisa produktif lagi," tandasnya.

Ety Toyyib sendiri menjalani hukuman sejak 2001 silam setelah pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada dirinya karena dianggap bersalah dianggap telah meracuni sang majikan.

Ety bisa menghirup udara kebebasan setelah pemerintah melalui Kedutaan Besar untuk Arab Saudi melakukan negosiasi untuk bisa membebaskan Ety dari segala tuduhan. Di mana Ety membayar denda diyat sebesar Rp. 15,5 miliar atau setara 4 juta Real yang dibayarkan kepada ahli waris Faisal al-Ghamdi, yaitu Khalid al-Ghamdi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bupati Buleleng Beri Masukan Proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri

Pasar semi modern Banyuasri dirancang sebagai pusat city tour, serta mampu beraktivitas 24 jam.

NASIONAL | 6 Juli 2020

KPK Jebloskan Kader PDIP ke Lapas Sukamiskin

Saeful bersama-sama caleg PDIP Harun Masiku terbukti bersalah memberikan suap sebesar Rp 600 juta secara bertahap kepada mantan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Hadapi Krisis Bangsa, Golkar dan Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik

Ini pertemuan antara sahabat. Kedua partai sepakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersama-sama memajukkannya.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Bareskrim Diminta Usut Aktor Intelektual Hoax Rush Money

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap penyebar kabar bohong rush money di sejumlah bank. Ada dua pelaku yang diciduk yakni berinisial AY dan IS.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Kunjungi Petani Tangsel, Ria Dahlia: Pertanian Lahan Terbatas Sektor Strategis Hadapi Pandemi

"Ada yang pemilik lahan yang menggunakan sistem gratis, tapi ada pula yang bagi hasil," kata Pak Sana dalam pertemuan itu.

NASIONAL | 6 Juli 2020

PPTJDI Usulkan Motor sebagai Angkutan Umum

Legalisasi motor sebagai angkutan komersial penumpang atau barang dalam perubahan UU Nomor 22/2009 dinilai sangat penting.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Polri Tetapkan 73 Orang dan 2 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Polri mencatat selama periode 1 Januari sampai 5 Juli 2020 terdapat 68 laporan terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

NASIONAL | 6 Juli 2020

Fadel Sebut Daya Tahan Jadi Kunci Utama Adaptasi Normal Baru

Menurut Fadel, saat ini seharusnya pemerintah dan lembaga keuangan terkait bisa mendorong agar dana murah bisa disediakan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Satelit BMKG Pantau Ada 9 Titik Panas di Bengkulu

Titik panas tersebut diduga bukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tapi titik api akibat warga membakar lahan untuk membuka kebun baru.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Insiden Penembakan Dua Petani di Poso, Ini Penjelasan Polri

Dua petani Poso yakni Syarifuddin (37) dan Firman (18) ditembak saat sedang berada di kebunnya di wilayah pegunungan Gayatri, desa Maranda.

NASIONAL | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS