Respons Warganet Soal Kekecewaan Jokowi kepada Menteri
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Respons Warganet Soal Kekecewaan Jokowi kepada Menteri

Senin, 6 Juli 2020 | 16:07 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM


Jakarta, Beritasatu.com -Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengutarakan kekecewaannya atas kinerja Kabinet Indonesia Maju dalam penanganan pandemi Covid-19. Presiden bahkan melontarkan tidak segan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

Kekecewaan Jokowi itu akhirnya menjadi pembahasan hangat masyarakat yang tertuang dalam media sosial (medsos) maupun media daring.

Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Didik J Rachbini menjelaskan, persepsi publik terhadap perilaku Jokowi marah atau kecewa ditanggapi mayoritas negatif oleh publik.

“Sentimen negatif ada 45%, jauh lebih banyak dibandingkan sentimen positif 25%,” kata Didik dalam Kajian Online LP3ES bertajuk “Memaknai Kemarahan Jokowi: Analisa Big Data dan Budaya Politik”, Senin (6/7/2020).

Pada dua hari pertama yakni pada 28 dan 29 Juni 2020 setelah video Jokowi diunggah, pembahasan dominan dalam nada netral. “Pembahasan dalam nada netral langsung anjlok pada hari ketiga (30 Juni 2020), sehingga menduduki posisi ketiga terakhir dengan 17% atau 2.799 mention,” ujar Didik.

Dia menuturkan, pembahasan tentang isu Jokowi marah di media daring nasional dominan bernada netral sebanyak 71%, negatif 17% dan bernada positif sebanyak 12%.

Kemudian di medsos yang paling banyak dibahas salah satunya di Twitter sebanyak 48% negatif, 25% positif, dan 28% netral. Hasil sebaliknya nampak di media sosial Facebook yang justru mayoritas berkonotasi positif yakni sebesar 70%, negatif 13%, dan netral 18%.

Selanjutnya di Instagram, sebanyak 54% pembahasan juga berkonotasi positif, negatif 27%, dan 19% berkonotasi netral. Di Youtube sebanyak 83% percakapan berkonotasi positif, 7% negatif dan 10% netral.

“Volume perbincangan tentang Jokowi marah paling tinggi terjadi di Twitter. Kanal Youtube adalah yang paling positif saat membicarakan isu ini, namun total pembahasan relatif lebih sedikit jika dibandingkan di Twitter,” ungkap Didik.

Secara total, menurutnya, di Twitter ada 63.846 percakapan terkait kemarahan Jokowi. Sementara di Facebook hanya ada 875 percakapan, Instagram 875 percakapan, dan Youtube sebanyak 649 percakapan.

Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto menilai, memaknai kemarahan Jokowi yang disampaikan secara terbuka dapat dibaca sebagai pertanda semakin melemahnya kekuasaan politik.

“Ini juga merupakan refleksi semakin tajamnya perseteruan diantara elite oligarki yang ada di sekitar Presiden Jokowi yang saling bersaing untuk memperebutkan panggung dan kuasa untuk mengamankan posisi mereka di 2024 saat Jokowi tidak mungkin lagi mencalonkan diri,” kataya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terbebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi, Ety Bahagia Bisa Kembali ke Indonesia

Ety bisa menghirup udara kebebasan setelah pemerintah melalui Kedutaan Besar untuk Arab Saudi melakukan negosiasi untuk bisa membebaskan Ety dari segala tuduhan

NASIONAL | 6 Juli 2020

Bupati Buleleng Beri Masukan Proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri

Pasar semi modern Banyuasri dirancang sebagai pusat city tour, serta mampu beraktivitas 24 jam.

NASIONAL | 6 Juli 2020

KPK Jebloskan Kader PDIP ke Lapas Sukamiskin

Saeful bersama-sama caleg PDIP Harun Masiku terbukti bersalah memberikan suap sebesar Rp 600 juta secara bertahap kepada mantan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Hadapi Krisis Bangsa, Golkar dan Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik

Ini pertemuan antara sahabat. Kedua partai sepakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersama-sama memajukkannya.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Bareskrim Diminta Usut Aktor Intelektual Hoax Rush Money

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap penyebar kabar bohong rush money di sejumlah bank. Ada dua pelaku yang diciduk yakni berinisial AY dan IS.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Kunjungi Petani Tangsel, Ria Dahlia: Pertanian Lahan Terbatas Sektor Strategis Hadapi Pandemi

"Ada yang pemilik lahan yang menggunakan sistem gratis, tapi ada pula yang bagi hasil," kata Pak Sana dalam pertemuan itu.

NASIONAL | 6 Juli 2020

PPTJDI Usulkan Motor sebagai Angkutan Umum

Legalisasi motor sebagai angkutan komersial penumpang atau barang dalam perubahan UU Nomor 22/2009 dinilai sangat penting.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Polri Tetapkan 73 Orang dan 2 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Polri mencatat selama periode 1 Januari sampai 5 Juli 2020 terdapat 68 laporan terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

NASIONAL | 6 Juli 2020

Fadel Sebut Daya Tahan Jadi Kunci Utama Adaptasi Normal Baru

Menurut Fadel, saat ini seharusnya pemerintah dan lembaga keuangan terkait bisa mendorong agar dana murah bisa disediakan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Satelit BMKG Pantau Ada 9 Titik Panas di Bengkulu

Titik panas tersebut diduga bukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tapi titik api akibat warga membakar lahan untuk membuka kebun baru.

NASIONAL | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS