Istri Mensos, Grace Batubara Berikan Bantuan 500 Sembako di Bogor

Istri Mensos, Grace Batubara Berikan Bantuan 500 Sembako di Bogor
Istri menteri sosial Grace Juliari P Batubara saat kunjungan dan memberikan 500 sembako di Kelurahan Babakanpasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (5/7/2020). (Foto: beritasatu.com / vento saudale)
Vento Saudale / WM Minggu, 5 Juli 2020 | 19:23 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com - Istri Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, Grace Juliari P Batubara memberikan bantuan non reguler kepada 500 masyarakat terdampak Covid-19, di Kelurahan Babakanpasar, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Wanita yang juga menjabat sebagai Penasehat Dharma Wanita dan Oase Kabinet Indonesia maju ini mengatakan, 500 bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan, juga bagi masyarakat yang memang belum menerima Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah. Baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.

"Saya merasa senang, karena kehadiran kami disini untuk menutup masyarakat yang memang belum menerima bantuan dari pemerintah. Tadi laporan dari ibu lurah, ternyata ada yang belum menerima bantuan. Disinilah Kemensos hadir untuk memberikan bantuan sembako ke mereka yang belum mendapatkan," paparnya, Minggu (5/7/2020).

Dirinya juga mengaku siap membantu menutupi kekurangan-kekurangan terhadap pendistribusian bansos di masyarakat. "Kalau memang ada warga yang masih membutuhkan, kami siap membantu selama datanya masih ada, valid, dan tepat sasaran untuk warga yang membutuhkan, kami siap membantu lagi," tegasnya.

Sementara, Lurah Babakan Pasar Rena Da Frina mengaku sangat senang dengan adanya bantuan tersebut. Selain menutupi kekurangan pendistribusian Bansos di wilayahnya, bantuan tersebut juga untuk memenuhi warganya yang memang belum sama sekali tersentuh Bansos dari pemerintah. Baik bantuan tunai maupun non tunai.

Rena bercerita, dari 4.000 lebih Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayahnya, 2.700 KK diantaranya diajukan sebagai penerima bantuan. Baik itu dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maupun non-DTKS, yang berasal dari provinsi, pusat dan Kota Bogor.

"Dari 2.700 yang kami usulkan untuk bansos, yang baru terpenuhi baru sekitar 2.500 KK, jadi ada sisa sekitar 200 KK yang belum tercover. Maka dari itu dengan adanya bansos ini kami merasa terbantu. Jadi hampir setengah dari warga saya terdampak dan memang perlu mendapatkan bantuan," ujarnya.

Sekadar diketahui, 500 paket sembako tersebut masing-masing paket Bansos ini berisikan lima kilogram beras, tujuh kaleng ukuran sedang olahan ikan kaleng, 10 mie instan dan satu liter minyak goreng.



Sumber: BeritaSatu.com