Usai 18 Tahun Penjara, Ety Toyyib Harus Menginap 2 Pekan di Wisma Atlet

Usai 18 Tahun Penjara, Ety Toyyib Harus Menginap 2 Pekan di Wisma Atlet
Ety Toyyib, tengah, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 6 Juli 2020. Dia dibebaskan dari penjara dan vonis hukuman mati di Arab Saudi setelah membayar diyat sebesar Rp 15,5 miliar. (Foto: Beritasatu / Chairul Fikri)
Chairul Fikri / HA Selasa, 7 Juli 2020 | 00:57 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Ety binti Toyyib Anwar, pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru saja lolos dari hukuman mati dan telah mendekam selama 18 tahun di penjara Arab Saudi, belum bisa pulang ke kampung halaman meskipun sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Senin (6/7/2020) sore.

Setelah penerbangan nonstop dari Jeddah, Arab Saudi, Ety diharuskan menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menunda keinginannya pulang ke kampung halaman di Majalengka, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah saat menjemput Ety bersama puluhan PMI lainnya dari Arab Saudi di bandara.

"Setelah tiba di Indonesia, Ibu Ety dan semua teman-teman PMI akan menjalani rapid test. Lalu setelah ini mereka akan menjalani karantina di Wisma Atlet Kemayoran selama 14 hari ke depan, setelah itu baru akan dipulangkan ke daerah asalnya," ungkap Ida.

Baca juga: Ety Bahagia Bisa Kembali ke Indonesia

Ida menambahkan pihaknya akan menawarkan pendampingan kepada para PMI yang kembali dari luar negeri.

"Kita akan tawarkan kepada mereka pendampingan, kepada para PMI yang kembali ke Indonesia. Termasuk mungkin bila ada PMI yang ingin menjalankan kegiatan kewirasusahaan dan tak ingin kembali menjadi PMI. Yang pasti kita berharap mereka akan bisa tetap kreatif dan produktif lagi usai tiba di sini," tandasnya.

Ety dan ratusan PMI tiba di Indonesia setelah dipulangkan dari negara lain lantaran terkena PHK di tengah pandemi Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com