Asuransi Jiwasraya Pernah Punya Deposito dan Aset Rp 5 T

Asuransi Jiwasraya Pernah Punya Deposito dan Aset Rp 5 T
Hexana Tri Sasongko. (Foto: Antara)
Fana Suparman / FMB Selasa, 7 Juli 2020 | 06:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/7/2020) mengungkap fakta baru. Sidang kali ini mengagendakan melanjutkan sidang pekan lalu yakni mendengarkan keterangan Dirut Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko yang mengumumkan Jiwasraya gagal bayar pada 2018.

Kresna Hutauruk, tim kuasa hukum Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat membeberkan, pada 2018, PT Asuransi Jiwasraya Tbk sebenarnya memiliki deposito Rp725 miliar dan obligasi sebesar Rp4,5 triliun. Selain itu, ada suntikan dana nasabah lebih dari Rp5 triliun. Belum lagi adanya informasi yang menyebut terdapat pihak yang ingin mengambil alih reksadana Jiwasraya di PT Millenium Capital yang nilainya kurang dari Rp800 miliar dengan besaran hampir dua kali lipat yaitu Rp 1,45 triliun

Tim kuasa hukum Heru pun bertanya kepada Hexana yang dihadirkan sebagai saksi mengenai alasannya mengumumkan PT Asuransi Jiwasraya gagal bayar pada 2018 sebesar Rp 802 miliar pada produk JS Saving Plan. Padahal, pengumuman itu justru memicu rush sehingga kewajiban mengembalikan dana kepada nasabah membengkak pada awal 2020 menjadi Rp12,4 triliun.
Mulanya, tim penasihat hukum menanyakan mengenai tawaran Reksadana di PT Millenium Capital.

"Pernah," jawab Hexana Tri Sasongko.

"Pernah ditawarkan investor yang ingin membeli?", tanya tim kuasa hukum lagi. Namun Hexana tidak menjawab tegas. "Sudah saya jawab," ujar Hexana.

Tim penasihat hukum juga mengungkap adanya rencana pembelian Reksadana di PT Millenium Capital sebesar Rp 800 miliar ditawar menjadi Rp 1,45 triliun.

Penasihat hukum menganggap jika PT Asuransi Jiwasraya menerima tawaran tersebut maka gagal bayar pada 2018 sebesar Rp802 miliar bisa dihindarkan dan kerugian tidak membengkak seperti yang terjadi sekarang ini.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta empat terdakwa lainnya melakukan korupsi terkait pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya. Atas perbuatan Benny dan Heru bersama empat terdakwa lain, keuangan negara menderita kerugian hingga sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020. Empat terdakwa lain perkara ini dengan surat dakwaan terpisah, yaitu, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.



Sumber: BeritaSatu.com