Jokowi Minta Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera Tak Bebani APBN

Jokowi Minta Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera Tak Bebani APBN
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Tras Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Desa Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (26/5/2019). (Foto: Antara Foto / Ardiansyah)
Lenny Tristia Tambun / DAS Selasa, 7 Juli 2020 | 11:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan jalan tol Trans-Sumatera dan ruas jalan pendukung (ruas backbone) tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengingat biaya yang dibutuhkannya sangat besar.

“Berkaitan dengan jalan tol Trans-Sumatera ini kebutuhan untuk investasinya sebesar Rp 476 triliun. Dari total investasi itu, masih ada kebutuhan tambahan pendanaan sebesar Rp 386 triliun untuk menyelesaikan keseluruhan ruas backbone sampai tahun 2024,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Trans-Sumatera dan Tol Cisumdawu, secara virtual di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Melihat biaya yang dibutuhkan cukup besar, Jokowi meminta kelayakan finansial untuk pembangunan jalan tol Trans-Sumatera dapat dihitung secara akurat dan tepat. Juga dicari opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek tersebut.

“Saya minta ini betul-betul dikalkulasi kelayakan finansialnya. Juga mungkin opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek ini,” ujar Jokowi.

Kepala Negara meminta ada terobosan baru untuk sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban ekuitas dari penyertaan modal negara (PMN) dan tidak tergantung dari APBN. “Ini yang saya kira perlu digarisbawahi,” tegas Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menekankan pembangunan proyek strategis nasional seperti Jalan Tol Trans-Sumatera dan Jalan Tol Cisumdawu bertujuan untuk memberikan daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Jalan tol Trans-Sumatera ini sepanjang kurang lebih 2.765 km, kita harapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Pulau Sumatera. Sehingga di sana akan ada efisiensi waktu tempuh dan bisa meningkatkan multiplier effect dua hingga tiga kali lipat terhadap PDB,” terang Jokowi.

Presiden Jokowi telah meresmikan ruas tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 189 kilometer (km) pada 15 November 2019. Ruas tol tersebut merupakan bagian dari tol Trans-Sumatera.

Saat peresmian, Jokowi mengatakan pembangunan jalan tol tersebut memiliki arti penciptaan titik ekonomi baru. Selain itu, jalan tol juga digunakan sebagai jaringan logistik yang akan menjadi fasilitas bagi sentra produksi yang ada di sekitarnya.

Di kawasan Sumatera sendiri terdapat sejumlah perkebunan kelapa sawit dan karet yang membutuhkan fasilitas logistik. Adanya jalan tol dinilai akan memudahkan kebutuhan logistik tersebut. Nantinya ruas tersebut diharapkan terhubung dengan ruas tol Palembang dan Banyuasin. Lalu di akhir nanti Trans-Sumatera akan menghubungkan Lampung hingga Aceh.

Total panjang tersebut mencapai angka 2.765 km. Ditargetkan pembangunan tol Trans-Sumatera akan selesai pada tahun 2024 mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com