Keluarga Pembawa Kabur Jenazah Terkait Covid-19 di Medan di Rapid Test

Keluarga Pembawa Kabur Jenazah Terkait Covid-19 di Medan di Rapid Test
Petugas kesehatan menunjukkan sampel saat diagnostik cepat COVID-19 atau Rapid Test. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Arnold H Sianturi / JEM Selasa, 7 Juli 2020 | 11:43 WIB

Medan, Beritasatu.com - Petugas dari dinas kesehatan melakukan rapid test maupun tes swab terhadap keluarga yang membawa kabur jenazah terkait Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (4/7/2020).

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, pihak keluarga yang membawa jenazah keluarganya itu wajib mengikuti tes swab karena hasil penelitian dari laboratorium Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (Sumut) belum keluar.

"Test swab ini merupakan bagian dari protokol kesehatan. Semua keluarga yang terkait dalam pengambilan jenazah dan proses pemakaman akan dilakukan rapid test, oleh petugas kesehatan" ujar Akhyar Nasution di Medan, Selasa (7/7/2020).

Akhyar menyebutkan, rapid test ini dilakukan demi kebaikan bersama. Sebab, jika ada yang positif akan langsung mendapatkan penanganan medis. Sehingga, keluarga yang membawa kabur jenazah, jika terpapar virus corona ini dapat diselamatkan. Tidak disebutkan jumlah orang yang di tes swab tersebut.

"Karena itu, kita minta kerja sama masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Masyarakat harus memahami kondisi yang sedang terjadi. Patuhi protokol kesehatan dan jangan menghalangi petugas saat melakukan pemulasaran jenazah," katanya.

Akhyar menyampaikan, pihaknya tidak akan menghalangi masyarakat untuk membawa jenazah keluarganya yang dalam kategori pasien dalam pengawasan untuk dimakamkan di seputaran tempat tinggalnya, dan bukan di lokasi pemakaman khusus Covid-19 di Simalingkar.

"Kita tidak melarang asal protokol kesehatan dilaksanakan. Bila protokol ini tidak dilaksanakan dan hasil laboratorium menyatakan positif Covid-19, maka orang yang terpapar akan bertambah. Masyarakat harus memahami ini," sebutnya.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan, jenazah terkait Covid-19 dibawa kabur oleh keluarganya dengan menggunakan mobil pribadi dari Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Pirngadi Medan.

"Jenazah dibawa kabur setelah diturunkan dari dalam mobil ambulans. Alasan pihak keluarga mau disalatkan dulu sebelum dibawa. Jenazah diangkat dari dalam ambulan dan keluarga langsung pindahkan ke mobil," ujar Edison.

Dijelaskan, sebelum meninggal dunia, pasien itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19. Beberapa hari dirawat, pasien itu meninggal dunia.   



Sumber: BeritaSatu.com