Gubernur Sulteng Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Seluruh Jenjang Pendidikan

Gubernur Sulteng Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Seluruh Jenjang Pendidikan
Ilustrasi belajar di rumah. (Foto: Antara)
John Lory / JEM Selasa, 7 Juli 2020 | 12:25 WIB

Palu, Beritasatu.com - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola belum mengizinkan pembelajaran secara tatap muka di seluruh jenjang pendidikan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19 ini.

“Pembelajaran secara tatap muka di daerah zona hijau, kuning, oranye dan merah di masa pandemi Covid-19 tidak diperkenankan,” kata Gubernur Longki, Selasa (7/7/2020).

Kebijakan itu berlaku selama semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 mulai Juli hingga Desember 2020.

Menurut dia, pelarangan tersebut semata-mata untuk menekan penyebaran Covid-19 di provinsi itu yang menjadi tanggungjawab semua warga masyarakat.

Jangan sampai terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 akibat pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Gantinya, proses belajar mengajar dilakukan dari rumah secara daring atau online.

“Untuk satuan pendidikan formal dan nonformal yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sulteng agar membuat kebijakan sendiri, namun tidak bertentangan dengan kebijakan Pemprov Sulteng,” ujar Longki.

Dia meminta semua komponen warga sekolah ikut mengawasi dan memastikan seluruh peserta didik melakukan aktivitas belajar dari rumah selama waktu yang ditentukan.

Ia juga melarang mengumpulkan peserta didik dalam bentuk apapun termasuk melaksanakan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021.

“Kepada kepala satuan pendidikan yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai kewenangan,” tegasnya.

Diketahui, pembatasan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Sulteng Nomor: 420/365/DIKBUD tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Satuan Pendidikan PAUD/RA/SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/SLB dan satuan pendidikan lainnya pada Tahun Pelajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.  



Sumber: BeritaSatu.com