Sinarmas Kembalikan Dana Kelolaan Jiwasraya Rp 74m ke Negara

Sinarmas Kembalikan Dana Kelolaan Jiwasraya Rp 74m ke Negara
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan untuk enam orang terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto. (Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta)
/ HA Selasa, 7 Juli 2020 | 12:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Sinarmas Asset Management (SAM) berjanji akan membantu pengembalian aset negara dalam kasus PT Jiwasraya dengan mengembalikan dana kelolaan senilai puluhan miliar rupiah.

Kuasa hukum SAM, Hotman Paris Hutapea, juga mengatakan upah jasa pengelolaan aset terkait Jiwasraya telah diserahkan ke negara secara suka rela sekitar empat bulan lalu.

“Sinarmas Asset Management selalu mengedepankan regulasi dan mengikuti ketentuan hukum dengan mengambil inisiatif pada tanggal 9 Maret 2020 yang lalu, secara suka rela mengembalikan dana management fee yang telah diterima oleh SAM selaku manajer investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejumlah Rp 3 miliar,” kata Hotman dalam pernyataan tertulis, Selasa (7/7/2020).

“Dan dengan menggunakan dana korporasi sendiri, SAM juga berkomitmen mengembalikan dana kelolaan sebesar Rp74 miliar kepada negara,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan dana kelolaan Jiwasraya pada awalnya sebesar Rp 100 miliar, kemudian dilakukan penarikan oleh BUMN tersebut sebesar Rp 23 miliar.

“Selanjutnya sisa Rp 77 miliar telah dikenakan pemblokiran dan sita oleh pihak Kejaksaan Agung, sehingga sampai saat ini SAM tidak menyimpan atau menguasai lagi dana kelolaan saham yang dibeli PT Asuransi Jiwasraya,” jelasnya.

SAM sebagai salah unit bisnis Sinar Mas Financial Services juga mengedepankan pelayanan terbaik kepada para nasabah yang berinvestasi maupun berencana berinvestasi melalui SAM.

Hotman mengklaim bahwa sejak awal manajemen SAM selalu berusaha berkomunikasi dengan manajemen Jiwasraya untuk segera menarik kembali sisa dana kelolaan yang ada di SAM, tetapi tidak mendapatkan respon sehingga akhirnya sisa dana kelolaan tersebut diblokir oleh Kejaksaan Agung.

Keterangan pers tersebut juga mengutip pernyataan Febrie Adriansyah, Direktur Penyidikan di kantor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Febrie dikutip mengatakan: “Kami menyampaikan apresiasi kami kepada manajemen PT Sinarmas Asset Management yang telah sangat kooperatif mendukung kami dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero).”

Redaksi masih berusaha menghubungi Febrie untuk mendapatkan keterangannya.



Sumber: BeritaSatu.com