Tjahjo Kumolo: Pemerintah Kaji Pembubaran 96 Lembaga/Komisi

Tjahjo Kumolo: Pemerintah Kaji Pembubaran 96 Lembaga/Komisi
Tjahjo Kumolo. (Foto: Antara / Ruht Semiono)
Carlos KY Paath / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 17:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), Tjahjo Kumolo menyatakan, kementeriannya tengah mengkaji pembubaran sejumlah lembaga/komisi yang dipandang kurang optimal. Kajian tersebut, mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat kabinet paripurna pada 18 Juni 2020.

Baca Juga: Pemerintah Tidak Gelar Seleksi CPNS Tahun Ini

"Coba cermati teguran Bapak Presiden, kan beliau singgung juga kaitan lembaga/komisi. Sebagai pembantu Presiden yang harus melaksanakan visi dan misi Presiden di bidang reformasi birokrasi, maka saya harus cepat ambil langkah,” kata Tjahjo, Selasa (7/7/2020).

Tjahjo menjelaskan, sejak 2014 terdapat sekitar 24 lembaga/komisi yang dibubarkan. Sekarang ini, masih ada 96 lembaga/komisi, baik yang dibentuk melalui undang-undang (UU) maupun peraturan pemerintah (PP) serta peraturan presiden (perpres). Tjahjo menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengkaji urgensi 96 lembaga/komisi itu.

"Kementerian PAN dan RB mencoba melihat mencermati lembaga-lembaga yang urgensinya belum maksimal dan memungkinkan untuk diusulkan pembubaran. Masih ada 96 yang sedang kita cek koordinasikan dengan kementerian/lembaga untuk menungkinkan dihapus atau ada yang dikurangi dari 96 komisi/ lembaga yang ada,” ucap Tjahjo.

Baca Juga: Mal Pelayanan Publik Akan Diperkuat Perpres

Tjahjo menyatakan, lembaga/komisi yang dibentuk dengan peraturan pemerintah dan perpres tentu akan lebih mudah dihapus. Sementara institusi yang dibentuk UU, menurut Tjahjo, lebih sulit karena harus dengan persetujuan DPR.

Seperti diketahui, pembubaran lembaga disinggung oleh Presiden dalam rapat kabinet paripurna 18 Juni 2020. Presiden kesal karena jajaran Kabinet Indonesia Maju masih bekerja biasa-biasa saja di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Presiden menegaskan tidak segan melakukan langkah luar biasa, termasuk merombak kabinet hingga membubarkan lembaga negara. "Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle (perombakan kabinet). Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” kata Presiden kala itu.



Sumber: BeritaSatu.com