Kecemasan Publik Sudah di Zona Merah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

LSI Denny JA:

Kecemasan Publik Sudah di Zona Merah

Selasa, 7 Juli 2020 | 20:17 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Kecemasan publik terhadap kondisi ekonomi saat ini sudah berada di zona merah. Sebesar 74,8% publik menyatakan, kondisi ekonomi mereka saat ini, saat pandemi Covid-19, lebih buruk, bahkan jauh lebih buruk dibandingkan masa sebelum Covid-19.

“Hanya 22,4 persen yang menyatakan kondisi ekonomi mereka tidak berubah dibandingkan masa sebelum Covid-19. Dan hanya 2,2 persen yang menyatakan kondisi ekonomi mereka lebih baik,” ujar Ardian Sopa, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA saat memaparkan hasil riset lembaganya di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Disebutkan, survei itu dilakukan secara tatap muka pada 8-15 Juni 2020, menggunakan 8.000 responden di delapan provinsi besar di Indonesia yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Bali. Margin of error survei sebesar plus minus 2,05%. Selain survei, LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif seperti analisis media dan wawancara mendalam, untuk memperkuat temuan dan analisa.

Menurut Sopa, mereka yang menyatakan kondisi ekonomi buruk, merata di hampir semua segmen. Baik kelas ekonomi atas maupun wong cilik, berpendidikan tinggi maupun rendah, tua maupun muda, dan semua konstituen partai politik.

Pada segmen ekonomi, semakin rendah tingkat ekonominya, semakin tinggi persepsi bahwa kondisi ekonomi mereka memburuk. Pada segmen ekonomi bawah (wong cilik), mereka yang menyatakan ekonomi mereka memburuk sebanyak 81,3%. Sementara mereka yang merasa ekonomi mereka tak berubah sebesar 15,8%.

Tak hanya segmen ekonomi bawah, kata dia, pada segmen ekonomi atas, mereka yang berpendapatan di atas Rp 4,5 juta per bulan, sebanyak 59,9% menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka memburuk. Namun terdapat 37,3% responden yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah.

“Pada segmen pendidikan, semakin rendah tingkat pendidikan semakin tinggi pula persepsi bahwa ekonomi mereka memburuk,” tutur Sopa yang didampingi moderator Fitri Hari.

Dikatakan, pada segmen mereka yang terpelajar, pernah kuliah atau di atasnya, mereka yang menyatakan ekonomi mereka buruk sebanyak 62,5 %. Sementara mereka yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah sebanyak 34,3%.

Pada segmen pendidikan rendah, mereka yang hanya lulus SD atau di bawahnya, sebanyak 78,8% menyatakan kondisi ekonomi mereka memburuk. Dan hanya 18,4% yang menyatakan kondisi ekonomi mereka sama saja atau tidak berubah.

Kekhawatiran
LSI Denny JA lebih jauh menggali kondisi ekonomi seperti apa yang dikhawatirkan publik di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Sopa, temuan penting lain yang dihasilkan dari survei itu adalah tingginya mereka yang khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Tingkat kekhawatiran publik bahwa mereka tak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga berada di zona merah.

Sebanyak 84,2% publik menyatakan bahwa saat ini mereka khawatir, dan hanya sebesar 15,1% yang menyatakan tidak khawatir.

“Mereka yang menyatakan khawatir juga merata di semua segmen. Baik mereka yang berpendidikan tinggi maupun rendah, kelas ekonomi atas maupun bawah, laki-laki maupun perempuan, semua segmen penganut agama, muda maupun tua, dan di semua segmen konstituen partai,” papar dia.

Dari temuan penting itu, kata Sopa, tentunya harus direspons segera dengan kebijakan publik yang tepat. Dengan mayoritas menyatakan ekonomi memburuk dan kekhawatiran tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka persepsi tersebut mampu menghasilkan implikasi politik yang serius.

“Jadi kami rekomendasikan, hati-hati terjadi krisis sosial. Dengan persepsi publik terhadap ekonomi yang berada di zona merah, maka saat ini publik seperti rumput kering yang mudah dibakar. Diawali dengan krisis kesehatan, ditambah krisis ekonomi, maka bisa berubah menjadi krisis sosial dan krisis politik,” tutur dia.

Selain itu, publik tetap dibebaskan mencari nafkah asal tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat. Karena ekonomi tetap harus berjalan, agar tak makin memburuk.

Kemudian, influencer elite bekerja secara massif. Saat normal baru, risiko penularan Covid-19 akan makin besar, karenapublik lebih aktif di ruang-ruang publik. Influencer elite harus dilibatkan untuk mengedukasi dan mengontrol protokol kesehatan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pascagempa, Penyaluran BBM dan LPG di Jepara Berjalan Normal

Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo mengatakan, seluruh sarana dan prasarana Pertamina di wilayah Jepara tidak terdampak gempa.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Siti Nurbaya: Presiden Setuju Segera Diatur Nilai Ekonomi Karbon

Kebijakan pemerintah dalam pengaturan NEK ini, akan mendukung upaya penanggulangan perubahan iklim yang sedang dilakukan Indonesia bersama masyarakat dunia.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Bom Waktu Covid-19 di Sumatera Barat

Ada sekitar 15 juta orang di Sumbar dan wilayah sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Legislator Kaltara Sampaikan 5 Saran ke Pemerintah

Penyebaran virus umumnya terjadi saat masyarakat tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan ketika berada di pasar, tempat ibadah, dan angkutan umum.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Jalan Beriringan

Menurut Meutya, Indonesia masih jauh dalam pemenuhan kebutuhan pertahanan negara.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Terbukti Terima Suap, Bupati Indramayu Supendi Dihukum 4,5 Tahun Penjara

Supendi terbukti bersalah menerima uang suap Rp 3,9 miliar lebih dari sejumlah pengusaha, termasuk Carsa ES.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Peretas Situs Mahkamah Agung

Menurut pengakuan tersangka aDC telah meretas 1.309 situs, dan uangnya digunakan untuk berfoya-foya.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kejagung Eksekusi Uang Rp 97 Miliar Kasus TPPI

Uang yang disetorkan ke kas negara tersebut bukan uang pengganti, melainkan hasil keuntungan terpidana.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pimpinan DPR Yakin Sinergi Penegak Hukum Kian Kuat Tuntaskan Kasus Djoko Tjandra

Wakil Ketua DPR menyatakan pihaknya meyakini kasus buronan Djoko Tjandra yang masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi akan membuat sinergi penegak hukum makin kuat.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Pembajak Ribuan Situs

Pelaku juga mengirimkan ransomeware dengan maksud agar pemilik situs mengirimkan uang

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS