Program Kartu Prakerja Dilanjutkan Dua Pekan Lagi

Program Kartu Prakerja Dilanjutkan Dua Pekan Lagi
Ilustrasi pendaftaran Kartu Prakerja. (Foto: Antara)
Herman / JAS Selasa, 7 Juli 2020 | 22:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah saat ini masih mengevaluasi Program Kartu Prakerja agar tata kelolanya berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel. Namun dalam waktu dekat, program ini akan kembali membuka pendaftaran untuk gelombang keempat yang sempat terhenti.

“Pemerintah sedang mengevaluasi, di mana kalau nanti sudah lengkap akan dibuka kembali secara online dan offline. Sekarang semuanya sedang dipersiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, regulasi barunya bisa segera diterbitkan dan Kartu Prakerja ini bisa membuka pendaftaran gelombang berikutnya. Sekitar dua minggu lagi,” kata Airlangga Hartarto di acara Special Dialog yang disiarkan Beritasatu TV, Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan, Airlangga menyampaikan sebanyak 1,7 juta pekerja terkena PHK atau dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Ini merupakan angka yang sudah terverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan masih ada 1,3 juta data lainnya yang belum sepenuhnya terverifikasi.

“Pemerintah mendorong mereka yang terkena PHK ataupun dirumahkan ini untuk diberikan semi bansos melalui program Kartu Prakerja,” kata Airlangga.

Sebagai informasi, untuk menjalankan program Kartu Prakerja, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 20 triliun untuk sekitar 5,6 juta peserta. Setiap peserta mendapatkan paket manfaat total senilai Rp 3.550.000, yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta dan insentif pascapelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan untuk empat bulan (total Rp 2,4 juta), serta insentif survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk tiga kali survei atau total Rp 150.000 per peserta.



Sumber: BeritaSatu.com